Universitas Bosowa (Unibos) merupakan sebuah Perguruan Tinggi di bawah naungan Yayasan Aksa Mahmud yang pada saat ini membuka program studi baru yaitu prodi pendidikan dokter. Hal tersebut berdasarkan izin yang telah diterima Universitas Bosowa dari Menristekdikti dalam SK 95/KTP/I/2016 mengenai pembukaan program studi Pendidikan dokter (Program Sarjana) dan Program Studi Profesi dokter (Program Profesi).

Perencanaan pembangunan gedung Fakultas Kedokteran (FK) dan pembukaan Prodi Kedokteran Unibos ini memang sudah lama ditargetkan sejak dulu oleh pihak manajemen dengan sasaran bahwa Unibos dapat menghasilkan dokter- dokter unggul. Tahap pembenahan kini sedang dilakukan oleh pihak manajemen Universitas Bosowa, bukan hanya dalam penambahan Program Studi baru tetapi juga dalam hal Akreditasi Universitas dan Akreditasi setiap Prodi yang berada di bawah naungan Unibos. Dan saat ini Unibos telah mendapatkan Akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT)

“Universitas Bosowa mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh untuk menyiapkan infrastruktur yang lebih baik lagi,” ucap Rektor Unibos Saleh Pallum dalam acara launching prodi baru Unibos, sekaligus meresmikan gedung perkuliahan FK Universitas Bosowa di Gedung Balai Sidang 45, Makassar, Senin (25/7).

Penandatanganan prasasti dilakukan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi oleh Menristekdikti Mohamad Nasir, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, serta Rektor dan pembina Yayasan, Aksa Mahmud, yang juga sekaligus menyaksikan prosesi MoU Tridharma Perguruan Tinggi antara Universitas Bosowa yang diwakili oleh Rektor Unibos Saleh Pallum dengan Universitas Airlangga yang diwakili oleh Wakil Rekor I Universitas Airlangga Djoko Santoso.

Menristekdikti menyambut baik dan mengucapkan selamat atas launching gedung FK Unibos. Dalam sambutannya, Nasir menyampaikan bahwa proses pembelajaran serta peningkatan kualitas Pendidikan Tinggi adalah hal yang sangat penting, khususnya untuk Pendidikan Kedokteran. Rencana strategis yang ada di Kemristekdikti di tahun 2015 sampai 2019 mengedepankan pada penguatan mutu kualitas, dimana dalam indikator utama terkait dengan peningkatan mutu Pendidikan Tinggi, harus dicapai bersama-sama, yaitu mengenai Akreditasi.

Kemristekdikti melakukan pendampingan terhadap Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang didorong untuk menjadi Perguruan Tinggi Akreditasi A. Karena dengan Akreditasi A Perguruan Tinggi mampu bersaing dimasa yang akan datang.

Selain itu Nasir menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada universitas Airlangga serta dukungan dari para stakeholder dalam kerjasama ini yang diharapkan kedepannya bisa menghasilkan lulusan yang bermutu dan berkualitas.

“Saya mendorong Perguruan Tinggi untuk dapat melakukan research yang menghasilkan inovasi kedepannya, khususnya dalam bidang Kedokteran,” ucap Nasir.

Nasir berharap dengan adanya Fakultas Kedokteran di Unibos secara integrated, berdampak positif, serta membantu membangun upaya Pemerintah dalam melaksanakan semua proses pendidikan dengan baik, dan menghasilkan dokter- dokter yang berkualitas untuk masa depan yang lebih baik. (wd/bkkp)

 

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi

Galeri