Surabaya, 26 Oktober 2026 — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat kesiapan dosen dan tenaga kependidikan (tendik) Indonesia untuk melanjutkan studi doktor di perguruan tinggi luar negeri melalui Focus Group Discussion (FGD) Talent Scouting 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Sumber Daya Kemdiktisaintek di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada 26–27 Oktober 2026.
Rangkaian Program Talent Scouting Tahun 2026 dilaksanakan melalui tiga tahapan, yakni webinar, sesi mentoring, dan Focus Group Discussion (FGD). Tahap webinar diikuti oleh 299 peserta, kemudian dilanjutkan dengan sesi mentoring yang diikuti oleh 238 peserta. Sebagai tahap akhir, FGD diikuti oleh 80 peserta atau sekitar 33,6% dari total peserta mentoring. Para peserta FGD berasal dari 58 perguruan tinggi yang tersebar di 27 provinsi di Indonesia.
Program ini berfokus pada penguatan kemampuan peserta dalam menyiapkan dua dokumen penting untuk melanjutkan studi doktor, yaitu proposal riset dan motivation letter. Melalui pendampingan mentor, diskusi kelompok, praktik presentasi, dan simulasi wawancara, peserta mendapatkan kesempatan untuk menyempurnakan rencana riset sekaligus mempersiapkan diri menghadapi proses seleksi beasiswa dan calon promotor di perguruan tinggi tujuan.
FGD ini merupakan bagian dari rangkaian Talent Scouting, program pelatihan singkat non-gelar yang dirancang untuk membantu dosen dan tendik mempersiapkan studi doktor di luar negeri. Sebelum mengikuti kegiatan tatap muka di UNESA, peserta telah menjalani tahap webinar daring sebagai bagian dari proses pembelajaran dan persiapan awal.
Selama dua hari kegiatan, peserta mengikuti pelatihan teknik presentasi proposal riset dan motivation letter, serta memperoleh umpan balik langsung dari mentor. Simulasi wawancara beasiswa dan calon promotor juga menjadi bagian dari kegiatan untuk membantu peserta mengasah kemampuan menyampaikan gagasan riset, menjelaskan motivasi akademik, dan memaparkan rencana studi secara terstruktur.
Selain pendampingan akademik, kegiatan ini membuka akses informasi mengenai peluang beasiswa internasional melalui sesi bersama Taiwan Education Center (TEC) dan OeAD Austria. Peserta juga dapat berbagi pengalaman dan membangun jejaring melalui interaksi dengan mentor maupun sesama peserta (mentee).
Melalui program Talent Scouting, Kemdiktisaintek mendorong dosen dan tendik untuk mempersiapkan studi doktor secara lebih terarah, mulai dari pematangan gagasan riset hingga kesiapan menghadapi proses seleksi. Penguatan kapasitas ini diharapkan dapat mendukung pengembangan kompetensi sumber daya manusia pendidikan tinggi, sains, dan teknologi, sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.