Bantu Petani Senggi Hadapi Dampak El Nino, Tim Ekspedisi Patriot UNDIP Bangun Sumur Bor untuk 10 Hektare Sawah

Our Campus

13 September 2026 | 10.00 WIB

Bantu Petani Senggi Hadapi Dampak El Nino, Tim Ekspedisi Patriot UNDIP Bangun Sumur Bor untuk 10 Hektare Sawah

UNDIP, Senggi Kabupaten Keerom (13/9) – Dampak fenomena El Nino yang memicu penurunan curah hujan dan ancaman kekeringan menjadi tantangan serius bagi produktivitas pertanian di Kawasan Transmigrasi Senggi, Kabupaten Keerom, Papua. Keterbatasan pasokan air mengancam keberlangsungan Musim Tanam dan potensi penurunan hasil panen masyarakat yang mengandalkan sektor pertanian sebagai penopang kehidupan utama.

Merespons persoalan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (TEP UNDIP) melalui kolaborasi Tim 7 dan Tim 12 menghadirkan solusi konkret berupa pengadaan sumur bor. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan air irigasi yang stabil dan merata bagi sekitar 10 hektare lahan sawah milik warga.

Pelaksanaan kegiatan di lapangan melibatkan Tim 7 yang diketuai oleh Fajrin Pramana Putra, S.P., M.Sc., beranggotakan Adelia Regita Andini, S.P.W.K.; Siti Nuriyana, S.Si.; Samuel Hasudungan Hutagalung, S.P.W.K.; Punggah Assa’bana, S.P.; dan Rizal Fahmi Imanullah, S.P., bersinergi dengan Tim 12 yang diketuai oleh Muhammad Iqbal Fauzan, S.P., M.Si., beranggotakan Ardhian Sasmita, S.A.B.; Fitran Dzulfikar, S.P.; Marta Junika Tambunan, S.Sos.; Nurkhafizah, S.P.W.K.; dan Putri Duwi Ulia Sari, S.TP.

Perwakilan TEP UNDIP menyampaikan bahwa hadirnya sumur bor ini merupakan wujud kepedulian bersama dalam mendampingi masyarakat menjaga ketahanan pangan yang tangguh terhadap perubahan iklim. “Pengadaan sumur bor ini merupakan bentuk kontribusi nyata TEP UNDIP dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan keterbatasan air. Harapannya, sumber air ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung pengairan sekitar 10 hektare lahan pertanian,” ujar Fajrin Pramana, Ketua Tim 7 TEP UNDIP.

Kehadiran fisik sumur bor ini mendapat apresiasi dan disambut hangat oleh komunitas petani lokal yang selama ini bergantung pada curah hujan. Suroso, perwakilan kelompok tani kawasan transmigrasi Senggi, menyampaikan terima kasihnya atas kontribusi nyata TEP UNDIP. “Kami sangat berterima kasih kepada Tim Ekspedisi Patriot UNDIP yang sudah membantu menyediakan sumur bor ini. Bagi kami petani, air adalah kebutuhan yang sangat penting. Ketika musim kering dan hujan tidak menentu, kami sering khawatir dengan kondisi tanaman dan keberlanjutan lahan yang kami garap,” ungkap Suroso.

Suroso menambahkan bahwa ketersediaan sarana sumur bor ini memberi optimisme baru bagi keberlanjutan produksi pangan warga. “Dengan adanya sumur bor ini, kami berharap lahan pertanian sekitar dapat terus mendapatkan pengairan. Kurang lebih 10 hektare lahan bisa terbantu, sehingga kami tidak terlalu bergantung pada hujan. Harapannya hasil pertanian tetap terjaga dan kebutuhan pangan masyarakat juga bisa terus dipenuhi,” lanjutnya.

Pengadaan sumur bor tersebut tidak hanya dipandang sebagai pembangunan sarana fisik, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan aktivitas pertanian masyarakat. Dengan tersedianya sumber air alternatif, petani memiliki peluang untuk melakukan pengelolaan lahan secara lebih terencana dan mengantisipasi risiko kekeringan yang dapat mengganggu produktivitas pertanian.

Sinergi antara Tim 7 dan Tim 12 menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menjawab persoalan pembangunan di kawasan transmigrasi. Pendekatan tersebut menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai dasar dalam menentukan bentuk intervensi, sehingga kontribusi yang diberikan dapat memberikan manfaat secara langsung dan berkelanjutan. Melalui langkah nyata di lapangan, TEP UNDIP berharap sumur bor ini mampu menjadi aset jangka panjang dalam memperkokoh kemandirian pangan dan ketahanan masyarakat transmigrasi Senggi dari dampak perubahan iklim.

Program pengadaan infrastruktur air pertanian ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan produktivitas dan sistem produksi pangan berkelanjutan, SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) melalui efisiensi dan pengelolaan sumber air pertanian, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui tindakan adaptasi terhadap dampak kekeringan El Nino, dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi riset terapan antara perguruan tinggi dan kelompok tani. (Komunikasi Publik/UNDIP)

DiktisaintekBerdampak

UNDIP

Pengabdian Kepada Masyarakat

/

5

Rate Now