Cerita Penerima KIP Kuliah di FLS 2026, Dari Kesempatan Kuliah hingga Ruang Bertumbuh

News

09 Oktober 2026 | 12.15 WIB

Cerita Penerima KIP Kuliah di FLS 2026, Dari Kesempatan Kuliah hingga Ruang Bertumbuh

Depok—Setiap cita memiliki cerita, dan setiap perjalanan membawa warna untuk bertumbuh. Bagi mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, kesempatan menempuh pendidikan tinggi menjadi bagian dari langkah meraih masa depan. Melalui Indonesia Future Leaders Summit (FLS) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), mereka juga menemukan ruang untuk memperluas wawasan dan belajar tentang kepemimpinan, Kamis (8/10).


Putri Ayuni, mahasiswa Universitas Pekanbaru Medical Center asal Pekanbaru, bersyukur dapat bertemu mahasiswa dari berbagai daerah dan memperoleh pengalaman baru. Baginya, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk belajar dari beragam pengalaman dan perspektif.


“Saya sangat senang dan bersyukur bisa mengikuti kegiatan yang diadakan oleh Kemdiktisaintek ini. Di sini saya sangat banyak dapat pengalaman, ilmu. Tentunya dapat bertemu teman-teman yang hebat dari berbagai daerah,” ungkap Putri.


Sebagai penerima KIP Kuliah, Putri berharap kesempatan yang diperolehnya dapat mengantarkannya meraih cita-cita, terus berkembang, dan memberi manfaat bagi masyarakat. Ia juga berpesan kepada calon mahasiswa agar tidak membiarkan keterbatasan biaya memadamkan impian untuk melanjutkan pendidikan.


“Jangan takut untuk bermimpi karena banyak kesempatan, banyak jalan yang dapat kita perjuangkan, salah satunya ada KIP Kuliah. Jangan biarkan keterbatasan hari ini bisa membatasi masa depan kalian,” pesannya.


Membuka Jalan Pendidikan


Di ujung barat Nusantara, Survei Halawa, mahasiswa Universitas Nias Raya juga melanjutkan pendidikan dengan bantuan KIP Kuliah. Ia berharap program tersebut terus berkelanjutan agar semakin banyak calon mahasiswa dengan keterbatasan ekonomi dapat mengenyam pendidikan tinggi.


“Harapan saya untuk program KIP Kuliah ini agar tetap dipertahankan dan diperluas lagi karena masih banyak calon-calon mahasiswa yang ingin kuliah dan terkendala keterbatasan ekonomi,” ujar Survei.


Bagi Survei, keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menghentikan langkah seseorang untuk menuntut ilmu. Ia mengajak calon mahasiswa agar berani mendaftar dan memanfaatkan kesempatan yang tersedia untuk membangun masa depan.


“Untuk adik-adik di luar sana yang masih ragu untuk kuliah karena keterbatasan ekonomi, silakan daftar, silakan kuliah. Program KIP Kuliah hadir untuk membantu kita yang kekurangan dalam pembiayaan dana kuliah,” pesannya.


Bertumbuh untuk Berdampak


Pengalaman mengikuti FLS 2026 turut memperluas pandangan Putri Ayu Kurnia Syam, penerima KIP Kuliah di Universitas Indonesia Timur, tentang kepemimpinan. Bertemu dengan para pemimpin dari berbagai latar belakang menguatkan keyakinannya bahwa keterbatasan finansial bukan penghalang untuk terus berkembang dan berkontribusi kepada masyarakat.


“Saya mendapatkan perspektif kepemimpinan yang jauh lebih luas karena bertemu dengan pemimpin-pemimpin hebat yang ada di kegiatan hari ini. Saya belajar dan saya sadar bahwa keterbatasan finansial bukan sebagai penghalang untuk kita berpikir lebih maju dan berdampak untuk masyarakat,” tuturnya.


Putri Ayu merasakan KIP Kuliah membantunya memenuhi kebutuhan pendidikan sehingga dapat berfokus pada pengembangan diri. Ia berharap semakin banyak calon mahasiswa memperoleh kesempatan serupa untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi.


“KIP Kuliah itu membantu saya secara finansial di bidang pendidikan sehingga saya bisa berfokus untuk berkarya, berdaya, dan berdampak untuk masyarakat. Saya juga dapat lebih berkembang dalam kegiatan dan forum seperti Future Leaders Summit ini,” katanya.


Kepemimpinan yang Tumbuh dengan Merangkul


Sementara itu, Nurhayati, mahasiswa Universitas Graha Ganesha yang aktif di bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) organisasi kampus, memaknai kepemimpinan sebagai tanggung jawab untuk mengambil keputusan sekaligus memahami anggota. Baginya, organisasi seharusnya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berkolaborasi, dan bertumbuh bersama.


“Sebagai seorang pemimpin, kita membutuhkan keberanian dalam mengambil setiap keputusan yang sudah kita ambil secara bersama-sama, baik dalam organisasi ataupun suatu perusahaan. Kita harus bertanggung jawab atas keputusan yang sudah kita ambil, terus tetap empati atau saling mengerti sesama anggota tim,” jelasnya.


Kisah para mahasiswa peserta FLS menunjukkan bahwa kesempatan pendidikan dapat menjadi awal dari perjalanan yang lebih luas. Melalui dukungan pendidikan, pengalaman kepemimpinan, dan kemauan untuk terus belajar, mahasiswa dapat mengembangkan potensi sekaligus mempersiapkan diri untuk memberi manfaat bagi sesama.


Kemdiktisaintek terus berkomitmen memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif agar setiap generasi muda memiliki kesempatan untuk berkembang dan meraih cita-cita tanpa terhalang keterbatasan ekonomi. Melalui KIP Kuliah dan berbagai ruang pengembangan kepemimpinan seperti FLS 2026, Kemdiktisaintek mendorong mahasiswa membangun kapasitas diri dan mempersiapkan kontribusi bagi masyarakat. Untuk itu, perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan turut mengambil peran dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya kepemimpinan muda yang berintegritas, inklusif, dan berdampak bagi kemajuan Indonesia.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak


/

5

Rate Now