Dari Jagung Murah Jadi Camilan Bernilai, Polije dan Unesa Dampingi Petani Jombang

Our Campus

26 Agustus 2026 | 11.45 WIB

Dari Jagung Murah Jadi Camilan Bernilai, Polije dan Unesa Dampingi Petani Jombang

JOMBANG — Saat harga jagung turun hingga Rp3.000 per kilogram pada musim panen, kelompok tani Desa Kromong, Kecamatan Ngusikan, Jombang, didorong untuk tidak berhenti pada penjualan jagung mentah. Melalui pendampingan Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama Universitas Negeri Surabaya (Unesa), jagung diolah menjadi tortilla chips yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) tersebut dipimpin Drs. Djoni Irianto, M.T., bersama Dr. Muhammad Kris Yuan Hidayatulloh, M.Pd., dari Unesa dan Purbowo, S.Agr., M.P., dari Polije.

Dalam pendampingan, petani mendapat pelatihan pengolahan jagung menjadi tortilla chips, mulai dari penggunaan teknologi tepat guna, pemilihan bahan, tahapan produksi, hingga pengemasan menggunakan mesin sealer. Pengetahuan tersebut diharapkan membuat petani mampu mengembangkan produk secara mandiri.

Tak berhenti pada proses produksi, peserta juga dibekali strategi pemasaran digital. Mereka belajar memanfaatkan marketplace Shopee, live shopping, serta teknik fotografi produk menggunakan kamera ponsel untuk memperluas jangkauan pemasaran.

Kepala Desa Kromong, Hermawan, mengapresiasi pendampingan tersebut karena dinilai membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Hal senada disampaikan Koordinator Wilayah PPL BPP Kecamatan Ngusikan, Zuhrotul Lailis Sa’adah, S.Pt., M.Agr., yang menilai pengolahan jagung dapat meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian.

Pendampingan ini menjadi contoh bahwa ketika komoditas pertanian tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, peluang ekonomi baru dapat tumbuh dari desa. Dari jagung yang semula bernilai rendah saat panen, petani didorong menciptakan produk, membangun pasar, dan meningkatkan potensi pendapatan secara mandiri.

Polije

Pengabdian

Jagung

/

5

Rate Now