PANDEGLANG — Kesempatan melanjutkan pendidikan kini semakin terbuka bagi para santri. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) berkolaborasi dengan PKBM Daguina Kota Serang menghadirkan program pendidikan kesetaraan gratis bagi santri di Kabupaten Pandeglang, Banten.
Komitmen tersebut diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tahun kedua sekaligus penyerahan ijazah Paket C di Pondok Pesantren Huffadz Manbaul Qur'an, Desa Kalanganyar, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-45 Untirta.
Melalui program tersebut, santri dan masyarakat yang terkendala mengakses pendidikan formal mendapatkan kesempatan mengikuti pendidikan kesetaraan Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA) secara gratis.
Kepala LPPM Untirta, Prof. Dr. Meutia, menjelaskan bahwa program ini dilaksanakan melalui Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Pesantren dengan pendekatan berbasis kebutuhan. Mahasiswa yang terlibat terlebih dahulu diseleksi, kemudian melakukan pemetaan kebutuhan pendidikan di lingkungan pesantren.
“Jika mereka membutuhkan ijazah Paket C, maka kami akan memberikan pendampingan,” jelasnya.
Pimpinan PKBM Daguina, Dr. Yoma Hatima, menegaskan bahwa kerja sama tersebut bertujuan memastikan para santri tetap memperoleh hak pendidikan yang diakui negara tanpa harus meninggalkan kegiatan pembelajaran agama.
“Melalui program pengabdian berdampak ini, kami ingin memastikan bahwa para santri tidak hanya mendapatkan ilmu agama, tetapi juga memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan formal yang setara dan gratis,” ujarnya.
Program ini mendapat sambutan positif dari pimpinan Pondok Pesantren Huffadz Manbaul Qur'an, KH. Sirojudin ZA, yang menilai pendidikan kesetaraan menjadi jembatan penting bagi santri untuk memperluas kesempatan belajar dan meraih masa depan.
Dengan ijazah kesetaraan yang diakui negara, para santri memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan tinggi maupun memasuki dunia kerja sesuai persyaratan yang berlaku.
Kolaborasi ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 4 tentang pendidikan berkualitas, khususnya dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif dan merata.
Ke depan, Untirta berharap program KKM Pesantren dapat menjangkau lebih banyak pondok pesantren di Banten sekaligus berkontribusi dalam mengurangi angka putus sekolah.
Dari pesantren, kesempatan menuju masa depan yang lebih luas terus dibuka. Melalui pendidikan kesetaraan, para santri tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga memperoleh bekal akademik untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi diri.






