PADANGPANJANG — Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang melalui Program Pascasarjana menyelenggarakan The 2nd International Conference on Arts, Media and Culture (ICAMAC 2) pada Rabu, 21 Oktober 2026. Mengusung tema “Arts, Folklore, and Ecology”, konferensi internasional ini diikuti 390 partisipan, terdiri atas 94 peserta secara langsung (onsite) dan 296 peserta secara daring (online).
Menjadi bagian dari rangkaian Festival Kesenian Indonesia (FKI+) XIII Tahun 2026, ICAMAC 2 menghadirkan ruang akademik bagi peneliti, akademisi, dan praktisi untuk bertukar gagasan mengenai hubungan seni, media, budaya, folklor, dan keberlanjutan lingkungan. Pelaksanaan secara hibrida memperluas akses partisipasi sekaligus membuka peluang penguatan jejaring akademik lintas negara dan disiplin ilmu.
Direktur Pascasarjana ISI Padangpanjang, Dr. Rasmida, menekankan pentingnya konferensi internasional sebagai ruang pengembangan keilmuan, pertukaran gagasan, dan penguatan jejaring akademik. Melalui forum ini, Pascasarjana ISI Padangpanjang diharapkan dapat memperluas kolaborasi penelitian serta mendorong dialog antara seni, media, budaya, dan persoalan lingkungan dari beragam perspektif keilmuan.
Sementara itu, Rektor ISI Padangpanjang, Dr. Febri Yulika, S.Ag., M.Hum., menyampaikan bahwa ICAMAC 2 merupakan bagian dari upaya memperkuat peran perguruan tinggi seni dalam pengembangan pengetahuan dan kontribusi terhadap masyarakat. Tema yang diangkat relevan untuk mendorong kajian seni yang tidak hanya bertumpu pada kreativitas dan warisan budaya, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan persoalan lingkungan dan keberlanjutan kehidupan.
Hadirkan Akademisi dari Berbagai Negara
ICAMAC 2 menghadirkan lima keynote speaker dari berbagai negara dan bidang keilmuan, yaitu Prof. Dr. Muh. Anis MD Nor dari Malaysia dalam bidang etnokoreologi; Prof. Dr. Rachmi Diyah Larasati dan Dr. Katia Chaterji dari Amerika Serikat dengan fokus kajian seni dan gender; Dr. Megan Collins dari Selandia Baru dalam bidang etnomusikologi; serta Prof. Dr. Asril, S.S.Kar., M.Hum. dari Indonesia dalam bidang kajian seni pertunjukan.
Konferensi ini juga menghadirkan pembicara undangan dari sejumlah perguruan tinggi seni, yakni Prof. Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn. dari ISI Bali; Prof. Neneng Yanti Khozanatu Lahpan, S.Ag., M.Hum., Ph.D. dari ISBI Bandung; Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Hum. dari ISI Surakarta; Dr. Ratri Candrasari, M.Pd. dari ISBI Aceh; serta Nan Triveni Achnas, M.A., Ph.D. dari Institut Kesenian Jakarta.
Rangkaian kegiatan mencakup sesi pembicara utama, diskusi akademik, serta presentasi makalah secara paralel. Melalui forum tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk mendiskusikan perkembangan kajian seni dan budaya sekaligus memperluas perspektif mengenai pemanfaatan pengetahuan tradisional dalam memahami persoalan lingkungan.
Seni dan Folklor sebagai Sumber Pengetahuan Ekologis
Tema “Arts, Folklore, and Ecology” menegaskan bahwa seni dan folklor memiliki keterkaitan erat dengan identitas budaya, pengetahuan lokal, serta hubungan manusia dengan alam. Cerita rakyat, tradisi, dan kearifan masyarakat tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi dalam penciptaan karya seni dan pengembangan kesadaran ekologis.
Melalui pendekatan lintas disiplin, ICAMAC 2 mendorong pengembangan kajian yang menghubungkan kreativitas seni, pelestarian warisan budaya, dan keberlanjutan lingkungan. Pertukaran gagasan dalam konferensi ini diharapkan membuka peluang kolaborasi penelitian, penciptaan karya, dan diseminasi pengetahuan yang relevan dengan tantangan masyarakat kontemporer.
Penyelenggaraan ICAMAC 2 memperkuat komitmen ISI Padangpanjang dalam mengembangkan pendidikan tinggi seni yang terbuka terhadap perspektif internasional, mendorong kolaborasi akademik, dan menghasilkan pengetahuan yang memiliki relevansi bagi masyarakat.
Melalui konferensi ini, ISI Padangpanjang turut memperkuat peran perguruan tinggi seni sebagai ruang pengembangan ilmu, pemajuan kebudayaan, serta perluasan kontribusi seni dalam menjawab tantangan sosial dan lingkungan.




