Kemdiktisaintek Jajaki Penguatan Riset Batang Kelapa Sawit, dan Peluang Beasiswa dengan Australia

News

13 Oktober 2026 | 19.45 WIB

Kemdiktisaintek Jajaki Penguatan Riset Batang Kelapa Sawit, dan Peluang Beasiswa dengan Australia

Jakarta—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menjajaki peluang kolaborasi riset untuk mengoptimalkan potensi pengembangan produk bernilai tambah dari batang kelapa sawit yang belum dioptimalisasi, sekaligus membahas peluang memperluas akses beasiswa bagi mahasiswa Indonesia untuk studi di Australia. Hal ini dibahas dalam pertemuan antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dengan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Australia dan Vanuatu, Siswo Pramono di kantor Kemdiktisaintek, Selasa (13/10).


Mendiktisaintek menyampaikan bahwa pemanfaatan batang kelapa sawit menjadi peluang riset yang relevan, dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan dan swasembada energi. Saat ini, sejumlah perguruan tinggi dan peneliti tengah menjajaki berbagai kemungkinan pemanfaatan biomassa tersebut, termasuk untuk produksi etanol dan energi alternatif lainnya.


“Memang Presiden Republik Indonesia (RI) berikan arahan, kita ingin swasembada energi. Dari sini peluang ini akan kita coba mencari. Kalau memang nanti bisa, segera kita laksanakan pilot-nya dan sebagainya. Tentu ini kita akan sangat senang bisa kita follow up,” ujar Menteri Brian.


Duta Besar Australia untuk Indonesia menyambut positif peluang kolaborasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa peremajaan perkebunan kelapa sawit menghasilkan batang dalam jumlah besar, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, material tersebut berpotensi diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah.


Pembahasan ini melanjutkan penjajakan riset yang melibatkan akademisi dan peneliti, dari sejumlah institusi. Berbagai opsi pemanfaatan sedang dikaji, termasuk untuk bahan baku produk industri dan etanol. Kolaborasi lebih lanjut diharapkan dapat menghubungkan keahlian akademik dengan kebutuhan pengembangan teknologi dan komersialisasi hasil riset.


Mendiktisaintek menilai pengembangan teknologi pemanfaatan batang kelapa sawit perlu didukung kajian yang memadai, terutama untuk memastikan kelayakan teknis dan ekonominya. Dengan demikian, hasil penelitian dapat ditindaklanjuti menuju proyek percontohan apabila teknologi yang dikembangkan menunjukkan potensi untuk diterapkan.


Selain riset dan hilirisasi, pertemuan tersebut membahas peluang memperluas kesempatan mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi di Australia. Salah satu hal yang dijajaki adalah kemungkinan dukungan beasiswa pada jenjang sarjana.


Mendiktisaintek menyampaikan harapan agar peluang kerja sama beasiswa, dapat mencakup sekitar 20–25 mahasiswa Indonesia. Usulan ini masih berupa penjajakan dan akan ditindaklanjuti sesuai peluang serta mekanisme kerja sama yang tersedia.


Pembahasan tersebut melengkapi peluang kolaborasi riset kedua negara. Melalui kemitraan dengan perguruan tinggi Australia, Indonesia diharapkan dapat memperluas kesempatan pengembangan talenta sekaligus memperkuat hubungan akademik dan penelitian yang mendukung prioritas pembangunan nasional.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak


/

5

Rate Now