Menakjubkan! Penelitian UNDIP Terbukti, Fenomena Air Laut Dingin Muncul Saat Festival ALaDin 2026

Our Campus

13 September 2026 | 23.15 WIB

Menakjubkan! Penelitian UNDIP Terbukti, Fenomena Air Laut Dingin Muncul Saat Festival ALaDin 2026

UNDIP, Alor, NTT (13/9) – Prediksi ilmiah Universitas Diponegoro (UNDIP) mengenai kemunculan fenomena Air Laut Dingin (ALaDin) di Alor Kecil, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, terbukti bertepatan dengan pembukaan Festival Air Laut Dingin (ALaDin) 2026, Sabtu (12/9/2026).

Fenomena alam yang menjadi daya tarik unik Kabupaten Alor tersebut muncul saat Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, S.H., M.H. memberikan sambutan pembukaan festival. Momentum ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa hasil riset perguruan tinggi dapat berkontribusi langsung terhadap pengembangan potensi pariwisata daerah.

Festival ALaDin 2026 digelar di Desa Alor Kecil, Kecamatan Alor Barat Laut, melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Alor, UNDIP, dan Universitas Tribuana (UNTRIB) melalui Program Hiliriset Sinergi Strategis dengan Pendanaan LPDP. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan pimpinan UNDIP dan UNTRIB, pemerintah daerah, pelaku UMKM, masyarakat, serta tetua adat setempat.

Fenomena Air Laut Dingin di Alor Kecil merupakan fenomena alam berupa naiknya massa air laut dalam yang bersuhu sangat rendah ke permukaan. Secara ilmiah, fenomena tersebut dikenal sebagai Extreme Upwelling Event (EUE) dan berlangsung dalam waktu relatif singkat, sekitar satu hingga dua jam.

Keunikan fenomena tersebut terletak pada perubahan suhu air laut yang dapat berlangsung sangat cepat. Pada kemunculan ALaDin, suhu air laut dapat turun hingga sekitar 15 derajat Celsius dalam waktu kurang lebih satu jam. Kondisi tersebut dapat menyebabkan ikan mengalami kondisi seperti pingsan hingga mati dan memunculkan fenomena lain, termasuk kemunculan lumba-lumba ke permukaan.

Sebelum fenomena tersebut terjadi, hasil prediksi UNDIP sempat mendapat keraguan. Wakil Bupati Alor mengakui sebelumnya belum sepenuhnya yakin bahwa fenomena Air Laut Dingin akan muncul sesuai dengan prediksi yang disampaikan tim peneliti UNDIP yang diketuai oleh Prof. Dr. Sc. Anindya Wirasatriya, S.T., M.Si., M.Sc., dari prodi oseanografi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Keraguan tersebut berubah menjadi kegembiraan ketika fenomena ALaDin benar-benar muncul bertepatan dengan pembukaan festival.

Peristiwa itu menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Alor untuk semakin percaya diri mengembangkan Air Laut Dingin sebagai potensi wisata berbasis sains. Pemerintah daerah berharap penelitian UNDIP dapat terus dikembangkan sehingga fenomena alam tersebut tidak hanya menjadi objek penelitian, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.

Keterlibatan UNDIP dalam penelitian sekaligus mempromosikan Festival ALaDin juga mendapat apresiasi dari masyarakat adat Alor.

Mewakili masyarakat adat, tetua adat Alor menyampaikan terima kasih kepada UNDIP atas perhatian dan kontribusinya dalam meneliti fenomena Air Laut Dingin. Kehadiran UNDIP dinilai memberikan perspektif baru dalam melihat potensi alam Alor, sekaligus membantu memperkenalkan fenomena tersebut kepada masyarakat dan dunia.

Bagi masyarakat setempat, ALaDin bukan sekadar fenomena alam. Kehadirannya menjadi bagian dari kekayaan dan identitas wilayah Alor yang berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan nilai budaya dan kearifan lokal.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, masyarakat adat, dan pelaku pariwisata menjadi kunci agar potensi tersebut dapat dikelola secara bertanggung jawab.

Mewakili Rektor, Wakil Rektor Sumber Daya Manusia, Teknologi Informasi, Hukum dan Organisasi UNDIP, Prof. Dr. Adian Fatchur Rochim, S.T., M.T.  menegaskan komitmen UNDIP sebagai universitas riset untuk terus menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“UNDIP sebagai universitas riset yang unggul terus berupaya menyumbangkan dan mengembangkan inovasi yang bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, penelitian perguruan tinggi tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi perlu diupayakan agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.

Kolaborasi dalam Festival ALaDin 2026 menjadi salah satu contoh bagaimana hasil penelitian dapat dihubungkan dengan potensi lokal untuk menciptakan manfaat yang lebih luas.

“Hal tersebut sejalan dengan tagline UNDIP yakni UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat,” tegasnya.(Komunikasi Publik/UNDIP/Ut)

DiktisaintekBerdampak

UNDIP

/

5

Rate Now