Jakarta—Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengajak Forum Sekretaris (Forses) Kementerian/Lembaga (K/L) untuk memperkuat sinergi antarlembaga serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini disampaikan Menteri Brian saat membuka kegiatan Forses 2026 di kantor Kemdiktisaintek, Jumat (25/9).
“Seluruh layanan dan proses yang ada itu memang harus prima. Ketika ada pertemuan seperti ini di antara para sekretaris jenderal, silakan bisa saling sharing praktik baik yang berjalan di kementerian masing-masing,” tegas Menteri Brian.
Mendiktisaintek juga mendorong para sekretaris jenderal, sekretaris menteri, dan sekretaris utama dari berbagai K/L untuk menyampaikan strategi untuk membuat layanan dan proses di masing-masing lembaga menjadi cepat, akuntabel, sekaligus memudahkan masyarakat. Perbaikan sistem ini diharapkan dapat dibangun secara berkelanjutan sehingga dapat dirasakan dampaknya secara jangka panjang, hingga setelah para sekretaris K/L menjabat.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco dalam laporannya menyampaikan bahwa forum ini berperan sebagai ruang untuk memperkuat komunikasi dan membuka peluang kolaborasi yang lebih konkret antar-K/L. Dilaporkan juga terkait pelaksanaan Forses 2026 yang diikuti sekretaris jenderal, sekretaris menteri, dan sekretaris utama dari berbagai K/L.
“Dapat kami laporkan pada forum dengan tagline Forses Berdampak ini, dari 98 kementerian, lembaga, dan instansi yang kami undang, telah hadir dengan jumlah keseluruhan peserta sebanyak 45 orang,” ujar Sesjen Badri.
Sejalan dengan pernyataan Mendiktisaintek dan Sesjen Kemdiktisaintek, Ketua Forses sekaligus Sesjen Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Cris Kuntadi menegaskan fungsi Forses sebagai orkestrator birokrasi dan ruang untuk saling berbagi praktik baik. Forum ini diharapkan menjadi sarana untuk berjejaring, mempercepat koordinasi, dan menyeelsaikan berbagai persoalan lintas K/L.
“Contohnya adalah sinergi Kemdiktisaintek dengan Kemnaker, ketika selama ini ada suatu kendala terkait tracer study. Kini calon-calon lulusan perguruan tinggi bisa ter-trace. Saya pikir ini bukan hanya kepentingan Kemdiktisaintek dan Kemnaker, tetapi bisa dikolaborasikan dengan banyak lembaga. Dua bulan berikutnya, ada 17 K/L yang daftar untuk program ini,” jelas Sesjen Cris.
Melalui Forses 2026, Kemdiktisaintek mendorong penguatan sinergi antarlembaga melalui pertukaran praktik baik, kolaborasi, serta pemanfaatan sistem dan data secara bersama. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendorong birokrasi yang semakin efektif dan terintegrasi, sekaligus menghadirkan layanan yang lebih cepat, akuntabel, dan mudah diakses masyarakat.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak





