Mendiktisaintek: Riset Kampus Harus Menjawab Kebutuhan Industri

News

26 Oktober 2026 | 16.45 WIB

Mendiktisaintek: Riset Kampus Harus Menjawab Kebutuhan Industri

Jakarta–Perguruan tinggi perlu mengarahkan riset dan pengembangan sumber daya manusia (SDM), untuk menjawab kebutuhan industri serta mendorong tumbuhnya industri di dalam negeri. Hal ini menjadi pesan kunci Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, dalam sesi diskusi panel Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026, Senin (26/10).


Mendiktisaintek menekankan bahwa riset perguruan tinggi, perlu menghasilkan solusi yang dapat dimanfaatkan industri. Kolaborasi antara kampus dan pelaku industri menjadi penting agar pengetahuan dan inovasi tidak berhenti pada penelitian, tetapi berlanjut menjadi produk, teknologi, dan kegiatan ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi Indonesia.


“Kami mendorong di kampus-kampus, penelitian dan riset tidak hanya berhenti sampai publikasi, tetapi lebih lanjut bagaimana kita bisa menghasilkan proyek-proyek dan karya-karya yang sinergis dengan industri,” tegas Menteri Brian.


Menurut Mendiktisaintek, kemandirian nasional juga membuka peluang untuk membangun industri di dalam negeri. Dicontohkan potensi pengembangan industri dari kebutuhan energi nasional, termasuk melalui program B50 dan E50. Dengan mengolah kebutuhan tersebut menjadi kapasitas produksi domestik, Indonesia berpeluang mengurangi ketergantungan impor sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya industri baru.


Mendiktisaintek juga menyoroti besarnya potensi sumber daya alam Indonesia, yang perlu diikuti dengan pengembangan industri dan teknologi pengolahan. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung upaya tersebut melalui riset, pengembangan keahlian, dan penyelesaian persoalan yang dihadapi industri.


“Ini tugas besar para teknokrat kampus untuk bekerja keras, memastikan kesiapan perguruan tinggi untuk mendukung kebutuhan industri melalui pengembangan sumber daya manusia dan riset yang relevan,” tegas Menteri Brian.


Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy menyoroti pentingnya inovasi teknologi untuk mengubah potensi dan keunggulan komparatif Indonesia menjadi nilai tambah. Menurut Menteri PPN, tanpa inovasi, Indonesia berisiko terus menjual sumber daya dalam bentuk bahan mentah tanpa mengoptimalkan potensi pengolahannya.


“Jadi, semuanya membutuhkan teknologi inovasi. Tanpa inovasi, kita hanya bisa menjual bahan asli,” ujar Menteri PPN.


Pandangan dari Mendiktisaintek dan Menteri PPN merupakan bagian dari sesi diskusi panel yang diselenggarakan di DTIIF 2026. Sesi ini turut diisi oleh Menteri Keuangan, Suahasil Nazara dan Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti.


Kolaborasi perguruan tinggi dan industri merupakan salah satu langkah penting untuk menjembatani kebutuhan pembangunan nasional. Melalui riset yang berangkat dari persoalan nyata industri, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong kampus dapat berkontribusi pada pengembangan teknologi, peningkatan produktivitas, serta penciptaan industri bernilai tambah yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak


/

5

Rate Now