Jakarta— Tiga bidang teknologi yang perlu menjadi perhatian Indonesia adalah kecerdasan artifisial (AI), teknologi pascakuantum, dan semikonduktor. Penguasaan ketiga bidang tersebut perlu diiringi dengan penguatan fondasi sains serta kesiapan sumber daya manusia (SDM) agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu mengembangkan teknologi secara mandiri.
Upaya ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kedaulatan digital nasional, yang didukung oleh penguasaan AI, pengembangan talenta teknologi, serta inovasi di bidang semikonduktor, salah satunya melalui pengembangan Chip Merah Putih. Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, pada Peruri Digital Summit 2026 yang diselenggarakan oleh Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri), Rabu (21/10).
Mengusung tema “Building Technology of the Future”, Peruri Digital Summit 2026 membahas perkembangan teknologi masa depan, termasuk kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), semikonduktor, dan Post-Quantum Cryptography (PQC). Forum ini mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas teknologi untuk membahas pengembangan ekosistem digital nasional.
“Kalau kita mau sejahtera, kalau kita mau sejajar dengan negara-negara lain, sesuai yang dikatakan Bapak Presiden, mau tidak mau kita harus menguasai teknologi. Jadi, ini bukan pilihan, sekali lagi, ini sesuatu yang memang harus kita dorong,” ujar Menteri Brian.
Menteri Brian menjelaskan bahwa perkembangan AI perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap prinsip dasar sains dan teknologi. Mendiktisaintek mengingatkan perguruan tinggi agar penggunaan AI dalam pembelajaran tidak mengurangi kesempatan mahasiswa, untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan memahami konsep fundamental.
“Semua orang sekarang bicaranya AI. Jadi, saya sering bilang di kampus, tolong dosennya jangan pakai AI bikin soal, karena nanti mahasiswa juga jawabnya pakai AI, nanti yang memeriksa AI juga. Saya khawatir kita tidak menguasai fundamental. Jadi, bagaimanapun, fundamental itu masih sangat penting,” ujar Menteri Brian.
Selain AI, Menteri Brian menyoroti pentingnya Indonesia menguatkan kompetensi teknologi kuantum demi menghadapi tantangan keamanan digital baru. Mendiktisiantek juga menekankan perlunya membangun kemampuan nasional di bidang semikonduktor untuk mengembangkan chip layanan strategis, seperti identitas digital (paspor) dan infrastruktur berkemampuan serta berkeandalan tinggi.
Menteri Brian turut menyampaikan apresiasinya kepada Peruri atas upaya pengembangan Chip Merah Putih. Pengembangan tersebut diharapkan menjadi langkah konkret untuk memperkuat kedaulatan teknologi Indonesia sekaligus mengurangi ketergantungan pada chip dari luar negeri.
“Harapannya akan bisa segera kita selesaikan dan semoga ini menjadi chip yang juga menunjukkan kedaulatan kita. Jadi, kita berharap Peruri bisa segera menuntaskan,” kata Menteri Brian.
Sejalan dengan langkah tersebut, Kemdiktisaintek terus mendukung riset dan pengembangan prototipe sesuai kebutuhan industri, termasuk chip AI dan teknologi untuk Internet of Things (IoT). Perguruan tinggi diharapkan dapat menyediakan keahlian dan menghasilkan inovasi yang menjawab kebutuhan nyata industri.
Lebih lanjut, Menteri Brian berharap Peruri dapat mengambil peran sebagai penggerak pengembangan produk sekaligus mempertemukan perguruan tinggi dengan dunia industri. Maka dari itu, hasil riset dapat dikembangkan menjadi produk teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
“Semoga forum ini bisa melahirkan semakin banyak kerja sama yang konkret, mempertemukan talenta dengan kebutuhan industri dan memperkuat kemampuan teknologi bangsa. Mari kita bangun masa depan teknologi Indonesia, bukan hanya agar bangsa kita mampu mengikuti perkembangan dunia, tetapi agar bangsa Indonesia juga ikut menciptakan masa depan tersebut,” pungkas Menteri Brian.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri diharapkan semakin memperkuat pengembangan Chip Merah Putih, riset, dan talenta semikonduktor nasional sebagai fondasi kedaulatan digital Indonesia. Semangat tersebut sejalan dengan program Diktisaintek Berdampak yang mendorong pendidikan tinggi, sains, dan teknologi menghasilkan inovasi nyata melalui penguatan riset, penyiapan talenta unggul, serta kemitraan strategis dengan industri untuk mewujudkan kemandirian teknologi nasional.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak





