UNDIP, ALOR, NTT (13/9) — Universitas Diponegoro (UNDIP) memperkuat kontribusinya dalam pengembangan pariwisata berbasis sains melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Alor dan Universitas Tribuana (UNTRIB) dalam Festival Air Laut Dingin (ALaDin) 2026 yang digelar di Desa Alor Kecil, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, Sabtu (12/9/2026).
Festival dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, S.H., M.H. dan dihadiri antara lain oleh perwakilan pimpinan UNDIP, UNTRIB, pemerintah daerah, pelaku UMKM, serta masyarakat setempat. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan potensi fenomena Air Laut Dingin sebagai destinasi pariwisata unggulan Alor.
Fenomena Air Laut Dingin di Alor Kecil merupakan fenomena alam berupa naiknya massa air laut dalam yang memiliki suhu sangat rendah ke permukaan. Fenomena yang dikenal sebagai Extreme Upwelling Event (EUE) tersebut hanya berlangsung dalam waktu relatif singkat, sekitar satu hingga dua jam, sehingga selama ini kemunculannya sulit diprediksi.
Melalui kolaborasi riset UNDIP dan UNTRIB, fenomena tersebut kini didukung oleh inovasi Si ALaDin (Sistem Monitoring IoT dan Peramalan Air Laut Dingin) yang memanfaatkan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) untuk memonitor kondisi perairan dan membantu memperkirakan kemunculan fenomena air laut dingin.
Ketua tim peneliti UNDIP yang dipimpin oleh Prof. Dr.Sc. Anindya Wirasatriya, S.T., M.Si., M.Sc. dari Dep.
Oseanografi FPIK berhasil menguak fenomena ini dan menyebutnya sebagai ALaDin yang merupakan singkatan dari Air Laut Dingin. Dalam istilah oseanografi, ALaDin sebenarnya merupakan fenomena upwelling yang merujuk pada proses naiknya massa air laut dalam yang dingin ke permukaan.
Menurut Prof Anindya, saat ALaDin terjadi, dinginnya air laut yang datang secara tiba-tiba akan membuat ikan-ikan pingsan sehingga menarik kumpulan lumba-lumba untuk datang dan memangsa. Oleh karena itu, kejadian unik ini sangat menarik minat masyarakat untuk datang dan menikmati sensasi air dingin di tengah udara alor yang panas, menangkap ikan-ikan yang pingsan dengan alat seadanya maupun melihat atraksi lumba-lumba hanya dari bibir pantai.

Ikan lumba-lumba muncul ke permukaan memakan ikan-ikan yang pingsan dan mati saat ALaDin datang
“Kendala terbesar mengapa fenomena unik ini belum dapat termanfaatkan adalah karena kemunculannya yang singkat dan tiba-tiba sehingga tidak dapat dikelola dan hanya dapat dinikmati oleh warga lokal, akibatnya tidak ada manfaat ekonomi yang didapat. Jadi penduduk sekitar justru yang menjadi penikmat ALaDin”, Tambahnya.
Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo menyampaikan apresiasi kepada tim peneliti UNDIP dan UNTRIB yang telah mengembangkan teknologi tersebut. Menurutnya, Si ALaDin menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mendukung pengembangan pariwisata daerah.
“Teknologi Si ALaDin merupakan bukti bahwa pariwisata Alor dapat dibangun di atas fondasi sains modern. Dengan dukungan teknologi, wisatawan memiliki peluang yang lebih baik untuk menikmati fenomena alam langka ini,” ujarnya.
Wakil Rektor III UNDIP, Prof. Dr. Adian Fatchur Rochim, S.T., M.T, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Alor, Wakil Bupati Alor, para tetua adat, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan ruang bagi UNDIP untuk berkontribusi dalam pengembangan potensi ekonomi dan wisata di Alor.
“Fenomena Air Laut Dingin di Alor merupakan kekayaan alam yang sangat unik dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan untuk daya tarik wisata berbasis sains. Kami Berharap ini dapat menjadi momentum tahunan untuk sektor pariwisata Alor sehingga meningkatkan ekonomi masyarakat Alor. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Alor atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada UNDIP dalam kolaborasi ini,” ujar Wakil Rektor III UNDIP.
Ia juga mengaku sangat terkesan ketika para tetua adat di Alor secara langsung menyampaikan terima kasih kepada UNDIP. Menurutnya, apresiasi tersebut menjadi tanda bahwa kehadiran perguruan tinggi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Ucapan terima kasih dari para tetua adat menjadi hal yang sangat berkesan bagi kami. Itu menunjukkan bahwa kerja sama ini bukan hanya hubungan antarlembaga, tetapi sudah menyentuh masyarakat. Kami berharap UNDIP dapat terus hadir dan memberikan kontribusi yang semakin nyata bagi Alor pada tahun-tahun mendatang,” tambahnya.
Menghubungkan Sains dan Pariwisata
Kehadiran Si ALaDin memperkuat konsep scientific tourism, yaitu pengembangan pariwisata yang tidak hanya bertumpu pada daya tarik alam, tetapi juga didukung oleh riset, teknologi, dan pengetahuan ilmiah.
Prof Anindya menambahkan, data yang dihasilkan melalui sistem monitoring dapat dimanfaatkan untuk membantu menentukan waktu kemunculan fenomena air laut dingin. Informasi tersebut berpotensi memberikan kepastian yang lebih baik bagi wisatawan, pengelola wisata, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat dalam merencanakan aktivitas wisata.
Pemanfaatan teknologi juga diharapkan dapat mendukung pengembangan paket wisata yang terintegrasi dengan berbagai potensi lain di Alor, mulai dari wisata bahari, pengamatan lumba-lumba dan burung laut, hingga atraksi budaya serta produk ekonomi kreatif masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Alor mendorong Dinas Pariwisata, pemerintah kecamatan dan desa, serta pelaku wisata lokal untuk memanfaatkan data Si ALaDin secara optimal. Masyarakat dan nelayan juga diharapkan memperoleh edukasi agar momentum kemunculan fenomena air laut dingin dapat dikelola menjadi produk wisata yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian lokal.
Kolaborasi untuk Pariwisata Berkelanjutan
Festival ALADIN tidak hanya menampilkan fenomena alam, tetapi juga berbagai kegiatan budaya, olahraga, dan ekonomi kreatif. Rangkaian kegiatan meliputi fun run, mancing tradisional, dayung kano, panahan tradisional, tarik tambang perahu naga, sepeda hias, pertunjukan gong dan tambur, tari perang, lomba menangkap ikan, fotografi, gastronomi, hingga pameran produk UMKM.

Wakil Rektor III Prof. Dr. Adian Fatchur Rochim, S.T., M.T. mewakili Rektor UNDIP menghadiri Festival AlaDin bersama Tim Peneliti UNDIP
UNDIP memang memiliki visi agar berbagai produk lokal seperti kain tenun ikat khas Alor, kerajinan gerabah, dan kuliner pesisir turut menjadi bagian dari festival. Keterlibatan UMKM diharapkan memastikan bahwa pengembangan pariwisata memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.
Wakil Bupati Alor menegaskan bahwa pengembangan pariwisata daerah diarahkan agar tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Masyarakat dan wisatawan diajak menjaga kebersihan pantai, mengurangi sampah plastik, serta menerapkan prinsip ramah lingkungan dalam aktivitas wisata.
Dalam pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten Alor mengembangkan konsep Tri Palawa, yang mengintegrasikan tiga sektor unggulan, yakni pertanian, kelautan, dan pariwisata. Festival ALADIN menjadi salah satu implementasi pendekatan tersebut melalui penggabungan potensi sumber daya alam, budaya, ekonomi kreatif, dan teknologi.Kontribusi Perguruan Tinggi untuk Daerah
Kolaborasi UNDIP, UNTRIB, dan Pemerintah Kabupaten Alor melalui program Hiliriset Sinergi Strategis dengan pendanaan LPDP menunjukkan peran strategis perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan daerah.
Pengembangan Si ALaDin tidak berhenti pada inovasi teknologi, tetapi membuka peluang integrasi antara riset, pariwisata, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan ekonomi lokal. Melalui kolaborasi lintas institusi tersebut, inovasi berbasis ilmu pengetahuan diharapkan dapat membantu menjadikan fenomena Air Laut Dingin tidak hanya sebagai daya tarik alam, tetapi juga sebagai model pengembangan pariwisata berbasis sains yang inklusif dan berkelanjutan.
Festival ALADIN sekaligus menunjukkan bagaimana kerja sama antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, masyarakat, dan pelaku ekonomi lokal dapat mengubah kekayaan alam daerah menjadi sumber pengetahuan sekaligus kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat Alor. (Komunikasi Publik/ UNDIP)









