Pulihkan Produktivitas Sawah yang Menyusut, TEP UNDIP Dorong Penguatan Irigasi dan Ketahanan Pertanian Warga

Our Campus

01 Oktober 2026 | 20.30 WIB

Pulihkan Produktivitas Sawah yang Menyusut, TEP UNDIP Dorong Penguatan Irigasi dan Ketahanan Pertanian Warga

UNDIP, Kikim Kabupaten Lahat (1/10) – Sebagai upaya mendukung ketahanan pertanian masyarakat di kawasan transmigrasi terus diwujudkan melalui perancangan pemanfaatan Pompa Air Tenaga Surya (PATS). Sebagai langkah awal pemenuhan kebutuhan irigasi warga, Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (TEP UNDIP) Tim 1 menggelar survei tahap lanjut di Desa Marga Mulya, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat, pada Sabtu (12/9).

Kegiatan yang diikuti sekitar 20 peserta ini berfokus melakukan penggalian informasi mengenai kondisi lahan pertanian, ketersediaan air, dan sarana penampungan air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Marga Mulya, Edi Sumanto, bersama Sekretaris Desa, Jazuli, menyampaikan kondisi dan berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air untuk pertanian.

Edi Sumanto menjelaskan bahwa luas lahan sawah di Desa Marga Mulya mengalami penurunan signifikan, dari sebelumnya mencapai sekitar 100 hektare kini tersisa sekitar 50 hektare yang masih dapat dimanfaatkan. Kondisi ini dipengaruhi oleh keterbatasan pasokan air, sehingga setiap tahun terdapat lahan sawah yang tidak memperoleh akses irigasi secara optimal. “Dari sekitar 100 hektare, sekarang tinggal sekitar 50 hektare karena persoalan air. Setiap tahun ada saja sawah yang tidak mendapatkan air,” ujar Edi.

Persoalan ketersediaan air turut berdampak pada pengembangan potensi pertanian organik di desa. Masyarakat sebelumnya sempat memiliki sertifikasi beras organik, namun keterbatasan akses pasar dan pendampingan menyebabkan produk tersebut belum berkembang secara berkelanjutan. Bahkan, sertifikasi tersebut tidak dapat diperpanjang karena produk tidak lagi memenuhi persyaratan kualitas yang ditetapkan.

Di sisi lain, pemerintah desa telah berupaya membangun sejumlah embung secara bertahap memanfaatkan dana desa sesuai ketersediaan anggaran. Meski demikian, keberadaan embung belum sepenuhnya mampu menjawab kebutuhan air masyarakat.

Beberapa embung dinilai berhasil dimanfaatkan, bahkan salah satunya sesekali digunakan sebagai lokasi memancing oleh kelompok pemuda atau karang taruna. Namun, saat musim kemarau, debit air di dalam embung mengalami penyusutan hingga menyisakan dasar yang mengering dan retak. Sementara itu, embung lainnya mengalami kendala teknis berupa kebocoran sehingga tidak mampu menampung air dalam jangka waktu yang dibutuhkan, meskipun telah beberapa kali diperbaiki.

Menurut Edi, pembangunan sarana penampungan air perlu dilakukan secara lebih terencana karena keberadaan sumber air bawah tanah memiliki keterbatasan. Ia berharap setiap dusun di Desa Marga Mulya memiliki embung yang berfungsi optimal sebagai penampung air, terutama untuk menghadapi kebutuhan irigasi pada musim kemarau. “Harapannya setiap dusun memiliki embung yang benar-benar bisa menampung air. Kalau hanya mengandalkan sumur, ada waktunya sumber air bisa berkurang atau kering,” jelasnya.

Kondisi lingkungan dan perubahan penggunaan lahan juga menjadi perhatian. Perkembangan perkebunan kelapa sawit di sekitar kawasan dinilai turut memengaruhi kondisi tata air desa. Dampaknya, masyarakat menghadapi persoalan banjir ketika musim hujan, sementara pada musim kemarau justru mengalami kekurangan air untuk pertanian.

Melalui survei tahap lanjut PATS oleh TEP UNDIP Tim 1, berbagai kondisi tersebut menjadi pertimbangan penting dalam merancang sistem irigasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pemanfaatan energi surya diharapkan dapat menjadi alternatif untuk mendukung sistem pemompaan air sekaligus meningkatkan akses sumber air bagi lahan pertanian.

Kegiatan survei ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis PATS, tetapi juga menjadi ruang untuk memahami kebutuhan dan kondisi sosial masyarakat secara langsung. Hasil survei ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam merumuskan dukungan pengelolaan air yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat Desa Marga Mulya.

Inisiatif kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan ketahanan pangan desa, SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) melalui pengelolaan sumber daya air irigasi yang berkelanjutan, dan SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan berbasis energi surya. (Komunikasi Publik/UNDIP)

DiktisaintekBerdampak

UNDIP

/

5

Rate Now