Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menerima audiensi Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) di Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Senin (3/8). Audiensi tersebut menjadi ruang dialog antara Kemdiktisaintek dan kalangan akademisi untuk membahas kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung kebijakan strategis nasional melalui kajian berbasis riset.
Pada kesempatan tersebut, AFEBI memaparkan Handbook Policy Brief Seri-1 bertajuk Transformasi Kebijakan Strategis Nasional untuk Ketahanan, Kemakmuran, dan Daya Saing Perekonomian Indonesia. Handbook tersebut memuat sembilan policy brief yang membahas berbagai isu strategis, meliputi hilirisasi, transisi energi, transformasi dan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengembangan ekosistem halal, kewirausahaan UMKM dalam hilirisasi, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pembiayaan sosial nasional, serta mitigasi bencana.
Menanggapi paparan tersebut, Mendiktisaintek Brian Yuliarto mendorong perguruan tinggi untuk terus memperkuat kontribusi melalui kajian berbasis riset yang dapat memperkaya rekomendasi kebijakan pada berbagai isu strategis nasional. Menurut Menteri Brian, kepakaran akademik memiliki peran penting dalam menghadirkan perspektif yang mendukung proses perumusan kebijakan.
"Analisis-analisis terhadap makroekonomi, kami juga banyak berharap teman-teman di AFEBI bisa melakukan diskursus-diskursus bagaimana kita membangkitkan economic growth," ujar Menteri Brian.
Selain itu, Menteri Brian juga mendorong agar kajian yang disusun perguruan tinggi dikembangkan secara lebih fokus dan tematik sehingga menghasilkan rekomendasi yang lebih mendalam, aplikatif, dan relevan terhadap isu-isu yang menjadi prioritas pembangunan nasional.
Ketua Dewan Pengurus Nasional AFEBI, Aurik Gustomo, menyampaikan bahwa penyusunan policy brief merupakan bentuk kontribusi akademik AFEBI dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui rekomendasi kebijakan yang disusun berdasarkan hasil kajian para akademisi dari berbagai Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Indonesia.
"Kami ingin setiap topik ini diperdalam. Kami akan melibatkan berbagai Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Indonesia sehingga kajian ini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap program-program strategis nasional," ujar Ketua AFEBI, Aurik Gustomo.
Handbook Policy Brief Seri-1 disusun secara kolaboratif oleh akademisi dari berbagai perguruan tinggi anggota AFEBI. Dokumen tersebut memuat analisis, identifikasi tantangan, serta rekomendasi kebijakan pada sembilan isu prioritas nasional sebagai bahan pengayaan perspektif dalam proses penyusunan kebijakan.
Audiensi ini menjadi bagian dari upaya Kemdiktisaintek memperkuat ruang dialog dengan perguruan tinggi dan asosiasi keilmuan dalam mendukung penyusunan kebijakan berbasis bukti. Sejalan dengan arah kebijakan Diktisaintek Berdampak, perguruan tinggi didorong untuk terus menghasilkan riset, inovasi, dan kajian yang relevan guna memberikan kontribusi nyata bagi penyelesaian berbagai tantangan pembangunan nasional.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
Laman: https://kemdiktisaintek.go.id/
FB Fanpage: https://www.facebook.com/share/1W4TzwrvrR/?mibextid=LQQJ4d
Instagram: https://www.instagram.com/kemdiktisaintek.ri/
X/Twitter: https://x.com/Kemdiktisaintek
YouTube: https://www.youtube.com/@kemdiktisaintek
TikTok: https://www.tiktok.com/@kemdiktisaintek.ri
E-Magz Google Play: Satu Dikti
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak







