AKPT 2026, Kemdiktisaintek Bangun Kepemimpinan Strategis di Kampus

Kabar

08 September 2026 | 13.15 WIB

AKPT 2026, Kemdiktisaintek Bangun Kepemimpinan Strategis di Kampus

Tangerang Selatan–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat kepemimpinan, dan tata kelola guna membangun transformasi institusional. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemdiktisaintek, Khairul Munadi ketika menjadi salah satu keynote speaker dalam rangkaian hari kedua Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) Tahap 1, Tahun 2026 di Tangerang Selatan, Selasa (8/9). 

Pada sesi tersebut, Dirjen Dikti menyampaikan materi bertajuk “Membangun Universitas Kelas Dunia: From Managing Universities to Leading Transformation”. Peserta diajak untuk tidak hanya berfokus pada pengelolaan perguruan tinggi, tetapi juga memperkuat kepemimpinan untuk mendorong transformasi institusi. Pengelolaan universitas yang baik dinilai belum tentu menghasilkan transformasi tanpa kepemimpinan yang mampu membaca perubahan, menentukan arah, dan mengambil keputusan strategis.

“Transformasi membutuhkan leadership, kepemimpinan yang kuat,” ujar Dirjen Khairul Munadi. 

Dirjen Dikti juga menekankan pentingnya memperkuat tata kelola perguruan tinggi agar pengambilan keputusan tidak bergantung pada satu figur pimpinan. Perguruan tinggi perlu membangun tata kelola yang lebih kuat dan berorientasi pada institusi sehingga mampu menghasilkan keputusan yang tepat, pelaksanaan yang lebih cepat, serta pembagian tanggung jawab yang jelas. Selain tata kelola, perguruan tinggi juga perlu mengembangkan manajemen talenta dengan mengidentifikasi dan menyiapkan individu yang memiliki potensi menjadi peneliti, pemimpin, maupun penggerak pengembangan institusi.

Internasionalisasi yang berorientasi pada dampak juga dipandang penting. Menurut Dirjen Dikti, keberhasilan kerja sama internasional perlu diukur dari manfaat yang dihasilkan bagi pengembangan institusi. Perguruan tinggi perlu membangun konektivitas dengan jejaring pengetahuan global dan memastikan kerja sama internasional memberikan dampak yang nyata.

AKPT dihadirkan sebagai upaya memperkuat pengembangan, dan regenerasi kepemimpinan perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini dirancang sebagai forum sinergi antara pimpinan perguruan tinggi saat ini dengan calon-calon pemimpin potensial dalam sebuah proses pengembangan kepemimpinan yang berorientasi pada perubahan nyata di institusi. Tidak hanya menekankan penguatan kapasitas individu, AKPT juga mendorong kolaborasi, pertukaran pengalaman, penguatan jejaring, dan transformasi perguruan tinggi.

“Harapannya, selain dari materi yang disampaikan narasumber, para peserta juga bisa terinspirasi dari praktik baik setiap kampus. Dalam jangka panjangnya, kami harap mereka saling berkolaborasi, berkembang, dan mengembangkan ekosistem pendidikan tinggi bersama-sama,” pungkas Dirjen Khairul Munadi.

Melalui rangkaian AKPT Tahap 1 Tahun 2026, Kemdiktisaintek terus berkomitmen memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang tangguh dan berkelanjutan, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#PentingSaintek

#KampusBerdampak



/

5

Ulas Sekarang