Belajar Manajemen Pasar Ikan terintegrasi di Jepang, FPIK UNDIP Buka Peluang Internship Internasional di Nagasaki

Kampus Kita

20 Juni 2026 | 20.30 WIB

Belajar Manajemen Pasar Ikan terintegrasi di Jepang, FPIK UNDIP Buka Peluang Internship Internasional di Nagasaki

UNDIP, Nagasaki, Jepang (20/6) – Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (FPIK UNDIP) sekaligus Ketua Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan (FKPTPK) Indonesia, Prof. Dr. Agus Trianto, S.T., M.Sc., baru-baru ini melakukan kunjungan kerja strategis ke Prefektur Nagasaki, Jepang. Kunjungan ini berfokus pada studi banding manajemen pasar ikan terintegrasi serta pembukaan peluang program internship (magang) internasional bagi mahasiswa FPIK UNDIP sebagai Upaya nyata untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa FPIK UNDIP

Menengok Pasar Ikan Matsuura: Kiblat Industri “Aji Furai” Dunia

Salah satu agenda utama dalam kunjungan ini adalah meninjau Pasar Ikan Matsuura, yang merupakan salah satu pelabuhan perikanan terpenting di wilayah Kyushu. Kota Matsuura sendiri menyumbang hampir separuh dari total volume tangkapan Ikan Kembung (Aji) di Jepang. Total, industri perikanan lokal mampu mengolah hingga 200.000 potong Aji Furai (ikan kembung goreng tepung) per hari. Produk unggulan ini tidak hanya mendominasi pasar domestik Jepang dan menjadi magnet wisata kuliner, tetapi juga telah menembus pasar ekspor Uni Eropa.

Prof. Agus Trianto menyaksikan langsung rantai pasok modern yang super higienis dari hulu ke hilir. Proses dimulai dari penangkapan ikan menggunakan kapal berteknologi ice slurry untuk menjaga kesegaran ikan di laut. Setibanya di pelabuhan, ikan dialirkan melalui konveyor otomatis yang sekaligus berfungsi sebagai mesin sortir ukuran.

Tepat di sebelah pasar, terdapat fasilitas pengolahan modern berstandar EU HACCP. HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) Uni Eropa adalah sistem manajemen risiko berbasis sains yang mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan bahaya pada produksi makanan agar aman dikonsumsi. Di pabrik inilah ikan dibersihkan, dibelah, dan dilapisi tepung roti (panko) berkualitas tinggi dalam kondisi yang sangat steril.

“Sejak ikan masuk konveyor hingga packing, semua proses berada dalam suhu dingin dan sangat bersih, sehingga hampir tidak ada bau amis  di area pelabuhan. Model pasar ikan terintegrasi antara pelabuhan, pasar lelang, dan industri pengolahan seperti ini harusnya menjadi standar di Indonesia. Prosesnya sangat efisien, terkontrol, dan higienis,” ujar Prof. Agus.

Tidak hanya melakukan studi banding teknologi, kunjungan ini membawa misi besar bagi mahasiswa FPIK UNDIP. Usai meninjau pelabuhan, rombongan langsung menggelar diskusi intensif di ruang pertemuan kompleks Pelabuhan Matsuura bersama perwakilan perusahaan-perusahaan pengolahan dan pemasaran ikan. Pihak industri di Matsuura, Nagasaki menyambut baik peluang kolaborasi ini karena membutuhkan suplai tenaga kerja terdidik pada musim-musim tertentu. Sebaliknya, bagi UNDIP, ini adalah kesempatan emas bagi mahasiswa FPIK UNDIP untuk menyerap ilmu, keterampilan, dan teknologi terkini langsung dari pusatnya.

Buka Peluang Emas Magang Internasional untuk Mahasiswa

Guna memperkuat payung kemitraan, rombongan juga diterima secara resmi di Kantor Walikota Nagasaki. Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, Prof. Agus memaparkan visi besar di balik program internship FPIK UNDIP. “Program magang bagi mahasiswa Perikanan dan Ilmu Kelautan bukan hanya sekadar untuk menambah ilmu dan pengalaman teknis, melainkan juga untuk membentuk mentalitas kerja (etos kerja) yang tangguh serta memperluas wawasan global,” ungkap Prof. Agus.

Diharapkan, sekembalinya ke tanah air, para mahasiswa FPIK UNDIP yang telah memiliki etos kerja standar Jepang dan wawasan internasional ini mampu mengakselerasi dan membangun industri perikanan di Indonesia, baik ketika mereka berkarier di pemerintahan maupun sebagai pelaku usaha/sociopreneur. Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama dari kedua belah pihak untuk merealisasikan program magang ini dalam waktu dekat. Kuota mahasiswa yang dikirimkan akan ditingkatkan secara bertahap berdasarkan hasil evaluasi performa kerja di perusahaan mitra.

Langkah strategis FPIK UNDIP ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas, sekaligus mencetak generasi muda perikanan yang siap bersaing di tingkat global. (Komunikasi Publik/ UNDIP/Humas-FPIK)

DiktisaintekBerdampak

UNDIP

/

5

Ulas Sekarang