BANTEN, 16 Juli 2026 – Dalam upaya mencetak generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan bebas dari ancaman stunting, kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 33 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar aksi nyata pengabdian masyarakat. Kegiatan yang berfokus pada penyuluhan gizi seimbang dan pencegahan stunting ini sukses dilaksanakan di Posyandu Cempaka, Desa Sindangheula, Kabupaten Serang, Banten.
Acara yang dihadiri oleh puluhan ibu dan balita warga setempat ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Sejak pagi hari, para peserta sudah memadati area posyandu untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang telah dirancang secara komprehensif.
Sinergi Bersama Kader dan Pemeriksaan Kesehatan Standar
Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan standar bagi balita dan ibu hamil. Bekerja sama dengan kader Posyandu Cempaka yang sigap, para mahasiswa KKM 33 Untirta membantu proses penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pencatatan tumbuh kembang anak. Pemeriksaan awal ini krusial sebagai deteksi dini guna memantau status gizi anak-anak di Desa Sindangheula.
Edukasi Mendalam dari Pakar Kedokteran Untirta
Puncak acara diisi dengan sesi edukasi yang menghadirkan narasumber ahli, Bu Firda Asmaul Husna, S.Si, M.Biomed, yang merupakan Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Untirta.
Dalam pemaparannya yang interaktif, Bu Firda mengupas tuntas mengenai apa itu stunting, dampak jangka panjangnya bagi masa depan anak, serta langkah-langkah konkret pencegahannya. Beliau menekankan pentingnya masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
"Pencegahan stunting tidak bisa ditawar. Ibu-ibu harus memastikan pemenuhan gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Protein hewani, sayur, dan buah harus ada di piring makan anak, bukan sekadar kenyang, tapi harus bernutrisi," ujar Bu Firda di hadapan para peserta.
Selain itu, edukasi mengenai pola asuh yang benar dan menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi sorotan utama dalam penyuluhan tersebut.
Dukungan Program Pemerintah dan Kolaborasi Lintas Sektor
Ada yang spesial dalam kegiatan kali ini. Sejalan dengan program nasional, para peserta posyandu yang hadir mendapatkan menu Makan Bergizi Gratis. Langkah ini menjadi contoh langsung bagi para ibu mengenai bagaimana menyusun komposisi makanan yang sehat dan kaya nutrisi untuk anak-anak mereka.
Tak hanya mendapatkan ilmu dan makanan bergizi, keceriaan para ibu semakin bertambah di akhir acara. Berkat kolaborasi apik KKM 33 Untirta dengan berbagai pihak, seluruh peserta membawa pulang bingkisan sembako gratis. Dukungan penuh ini disponsori oleh Koramil Kecamatan Pabuaran, Kementerian Agama Kabupaten Lebak, dan PT Tubagus Perkasa Properti.
Ketua KKM 33 Untirta mengungkapkan rasa terima kasihnya atas sinergi seluruh pihak yang terlibat. "Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Semoga kesadaran masyarakat Desa Sindangheula mengenai gizi seimbang terus meningkat, sehingga impian melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting dapat segera terwujud," tuturnya.
Melalui kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, pemerintah, TNI, dan sektor swasta ini, penanganan stunting di tingkat desa diharapkan dapat berjalan lebih masif dan berdampak jangka panjang.







