D-DART UNDIP Masih Terjun di Wilayah Terdampak Gempa NTT, Berikan Layanan Kesehatan dan Psikososial

Kampus Kita

06 September 2026 | 23.00 WIB

D-DART UNDIP Masih Terjun di Wilayah Terdampak Gempa NTT, Berikan Layanan Kesehatan dan Psikososial

UNDIP, Nusa Tenggara Timur (6/9) – Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui Diponegoro Disaster Assistance Response Team (D-DART) menerjunkan Tim 2 ke wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (4/9/2026). Sebanyak delapan personel yang terdiri atas tenaga kesehatan dan tenaga psikososial diterjunkan untuk memberikan layanan langsung kepada masyarakat terdampak.

Untuk memaksimalkan respons darurat di lapangan, tim dibagi menjadi dua kelompok yang bergerak di dua lokasi berbeda, yakni SMPN 1 Cibal dan Dusun Nobo. Pendampingan difokuskan pada dua kebutuhan utama pascabencana, yaitu pemulihan kondisi psikologis serta pelayanan kesehatan masyarakat.

Di SMPN 1 Cibal, tim psikososial D-DART UNDIP memberikan layanan Psychological First Aid (PFA) kepada para siswa. Layanan ini ditujukan untuk membantu mengurangi tekanan psikologis serta mendukung proses pemulihan awal setelah mengalami situasi bencana.

Berdasarkan asesmen di lapangan, tim menemukan sejumlah siswa maupun guru masih mengalami kecemasan yang cukup mendalam dan terus memikirkan peristiwa gempa yang mereka alami. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak bencana tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga meninggalkan beban psikologis yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan.

Para guru bahkan menghadapi beban ganda (double burden) dalam situasi tersebut. Di satu sisi, mereka harus memulihkan kondisi psikologis diri sendiri sebagai penyintas bencana. Pada saat yang sama, mereka juga memiliki tanggung jawab untuk mendampingi dan memberikan rasa aman kepada para siswa di tengah kondisi yang belum sepenuhnya stabil.

Sementara itu, tim tenaga kesehatan D-DART UNDIP yang diterjunkan di Dusun Nobo memberikan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan kepada 52 warga. Pelayanan tidak hanya berupa pemeriksaan kesehatan umum, tetapi juga mencakup tindakan klinis sesuai kebutuhan pasien.

Dalam pelayanan tersebut, tim melakukan dua tindakan operasi minor, masing-masing terhadap pasien dengan kasus papiloma dan abses. Pemeriksaan terhadap warga dewasa juga menemukan bahwa keluhan kesehatan yang paling banyak dijumpai adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), disertai berbagai keluhan akibat trauma serta nyeri badan.

Perhatian khusus juga diberikan kepada kondisi kesehatan anak-anak. Tim menemukan cukup banyak kasus anak dengan gizi buruk serta ISPA yang membutuhkan perhatian dan penanganan lanjutan secara lebih intensif. Temuan tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam menentukan kebutuhan pelayanan kesehatan pada tahap berikutnya.

Penerjunan Tim 2 D-DART UNDIP menjadi bagian dari komitmen Universitas Diponegoro dalam menjalankan peran kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam situasi kebencanaan. Melalui kolaborasi tenaga kesehatan dan tenaga psikososial, respons yang diberikan tidak hanya diarahkan pada penanganan kondisi kesehatan fisik, tetapi juga pemulihan psikologis masyarakat terdampak.

Kehadiran D-DART UNDIP di wilayah bencana diharapkan dapat membantu masyarakat melalui fase darurat sekaligus mengidentifikasi kebutuhan lanjutan yang diperlukan dalam proses pemulihan pascabencana. (Komunikasi Publik/ UNDIP/ Nur Maajid Taufiqurrahman-Tim D Dart)

DiktisaintekBerdampak

UNDIP

Pengabdian Kepada Masyarakat

/

5

Ulas Sekarang