BANDUNG — Dari pengembangan jaringan internet hingga kecerdasan artifisial (AI), perkembangan teknologi terus mengubah wajah pendidikan tinggi. Di tengah perubahan tersebut, Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat kolaborasi akademik dan transformasi digital melalui jejaring School on Internet (SOI) Asia.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan SOI-Asia Bandung Declaration 2026 oleh Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., bersama pimpinan institusi anggota SOI Asia. Penandatanganan berlangsung dalam SOI Asia 61st Meeting and 30th Anniversary Conference di Institut Teknologi Bandung, 31 Agustus–2 September 2026.
Forum tersebut mempertemukan institusi pendidikan dan penelitian di kawasan Asia-Pasifik untuk membahas perkembangan AI, keamanan siber, ketahanan jaringan, pendidikan digital, hingga penguatan kolaborasi riset.
Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa menegaskan, perubahan teknologi tidak cukup direspons melalui pembangunan infrastruktur digital. Perguruan tinggi juga perlu memastikan manusia dan institusi memiliki kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi.
“Ketahanan masyarakat tidak lahir dari kemampuan untuk menghindari perubahan, tetapi dari kemampuan untuk belajar, beradaptasi, dan bekerja sama menghadapi perubahan,” ujarnya.
Menurutnya, transformasi digital perlu berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas manusia dan kelembagaan agar perkembangan teknologi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Keterlibatan Unhas dalam SOI Asia telah berlangsung sejak 2001. Pada masa awal, kolaborasi banyak berfokus pada pengembangan jaringan dan perluasan akses pendidikan berbasis internet. Lebih dari dua dekade kemudian, tantangan yang dihadapi berkembang semakin kompleks, mulai dari pemanfaatan AI hingga keamanan siber dan ketahanan infrastruktur digital.
Ketua Lembaga Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial (LTDKA) Unhas, Prof. Dr. Eng. Ir. Muhammad Niswar, S.T., M.InfoTech., mengatakan perjalanan tersebut menunjukkan kemampuan jejaring SOI Asia untuk terus beradaptasi mengikuti perkembangan teknologi.
“Unhas telah mengambil bagian dari komunitas SOI Asia sejak 2001. Bandung Declaration 2026 adalah penegasan bahwa jejaring ini masih relevan untuk menjawab perkembangan teknologi dan kebutuhan kolaborasi akademik saat ini,” ujarnya.
Bagi Unhas, jejaring SOI Asia juga membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan pengembangan riset bersama dengan berbagai institusi di kawasan Asia-Pasifik. Kolaborasi tersebut diharapkan mendorong lahirnya inovasi yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Penandatanganan Bandung Declaration 2026 sekaligus menegaskan bahwa perjalanan transformasi digital tidak berhenti pada persoalan konektivitas. Teknologinya boleh berubah, dari internet, pendidikan digital, hingga AI, tetapi tantangannya tetap sama: bagaimana manusia dan institusi mampu belajar, beradaptasi, dan berkolaborasi agar teknologi menghadirkan manfaat nyata.
Melalui perjalanan panjangnya bersama SOI Asia, Unhas terus menempatkan teknologi bukan sekadar sebagai infrastruktur, tetapi sebagai sarana untuk memperkuat pendidikan, penelitian, pengembangan kapasitas manusia, dan kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.
Copywriter: Ishaq Rahman
Editor : Andi Muhammad Syafrizal





