Dari Riset ke Produk, Kemdiktisaintek Dorong Inovasi Perguruan Tinggi Vokasi

Kabar

27 Oktober 2026 | 12.45 WIB

Dari Riset ke Produk, Kemdiktisaintek Dorong Inovasi Perguruan Tinggi Vokasi

Surakarta—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong perguruan tinggi vokasi untuk memperkuat pengembangan produk inovasi yang menjawab kebutuhan industri dan masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui penguatan riset terapan, kolaborasi dengan industri, serta pemanfaatan program pendanaan riset dan pengembangan untuk meningkatkan dampak hasil penelitian.


Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Kerja dan Evaluasi Forum Direktur Politeknik Negeri se-Indonesia (FDPNI) Semester 2 Tahun 2026, Kamis (22/10). Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, I Ketut Adnyana, dan Plh. Direktur Hilirisasi dan Kemitraan, Adhi Indra Hermanu.


Dalam paparannya, Dirjen Fauzan menekankan bahwa riset perguruan tinggi vokasi perlu diarahkan pada pengembangan produk yang memiliki manfaat nyata. Kedekatan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja menjadi potensi penting untuk menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan dan dikembangkan bersama industri.


Agar pencapaian ini berjalan dengan nyata, proses pengembangan produk harus dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna, spesifikasi industri, nilai manfaat, serta peluang pengembangan dan pemanfaatan secara luas.


Selain menjadi kesempatan berdiskusi, pada kegiatan ini perwakilan Politeknik Negeri dan Akademi Komunitas Negeri menyampaikan beragam produk hasil riset dari institusi masing-masing. Inovasi yang diperkenalkan mencakup bidang robotika, motor listrik dan kendaraan otonom, alat kesehatan, teknologi pertanian, alat penghemat bahan bakar, sistem peringatan dini bencana, hingga teknologi pemulihan lahan pascatambang.


Berbagai produk tersebut memperlihatkan potensi perguruan tinggi vokasi dalam menghasilkan solusi berbasis teknologi untuk menjawab tantangan di berbagai sektor. Sejumlah inovasi juga telah memperoleh dukungan pendanaan riset dan dikembangkan bersama mitra, bahkan telah dimanfaatkan oleh masyarakat.


Ditjen Risbang juga mendorong Politeknik dan Akademi Komunitas agar lebih aktif memanfaatkan program pendanaan sesuai dengan kebutuhan dan tahap pengembangan riset yang diperlukan. Program tersebut mencakup skema riset fundamental, riset terapan dan hilirisasi, pengembangan produk, serta Riset Kemitraan Internasional yang membuka peluang kolaborasi dengan mitra luar negeri.


Melalui Rapat Kerja dan Evaluasi FDPNI Semester 2 Tahun 2026, Kemdiktisaintek mendorong penguatan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi vokasi, dan industri untuk mendukung pembangunan nasional dan membangun ekosistem riset yang produktif serta berdampak.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak #FDPNI2026 

#RisetVokasi

/

5

Ulas Sekarang