PEMATANGSIANTAR — Pembelajaran di kelas tidak berhenti pada tugas dan nilai. Mahasiswa STIE MARS Pematangsiantar bersama dosen mengembangkan proses perkuliahan menjadi tiga buku yang kini dapat dimanfaatkan sebagai bahan belajar di lingkungan kampus.
Ketiga buku tersebut diterbitkan pada Juli 2026 dan mengangkat tema ekonomi dan manajemen, yakni Manajemen Operasional, Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), serta Penganggaran. Seluruh naskah disusun mahasiswa dengan pendampingan dosen pengampu mata kuliah.
Buku Manajemen Operasional setebal 135 halaman ditulis oleh lima mahasiswa semester IV. Buku tersebut membahas konsep manajemen operasional dan penerapannya dalam organisasi maupun industri, termasuk bagaimana proses operasional dapat dikelola secara efektif dan efisien.
Salah satu penulis, Wenti A. Y. Zalukhu, mengatakan proses penyusunan buku memberikan pengalaman yang berbeda dari pembelajaran di kelas. Mahasiswa harus menyelaraskan teori dengan praktik, membagi waktu dengan perkuliahan, hingga melalui proses revisi berulang
“Di balik setiap kesulitan tersebut, kami menemukan pelajaran berharga tentang ketekunan, kesabaran, dan pentingnya kerja sama tim,” ujarnya.
Karya berikutnya, Pelatihan dan Pengembangan SDM, disusun oleh 14 mahasiswa semester VI dalam 178 halaman. Buku tersebut memadukan landasan teori, hasil penelitian, dan praktik manajemen SDM untuk membahas pengembangan kompetensi serta produktivitas organisasi.
Sementara buku Penganggaran setebal 148 halaman disusun oleh sepuluh mahasiswa semester IV. Buku ini mengulas konsep dan praktik penganggaran sebagai bagian dari perencanaan dan pengelolaan keuangan organisasi.
Penyusunan ketiga buku dibimbing Fandra Dikhi Januardani, S.E., M.M., yang juga bertindak sebagai editor. Menurutnya, mahasiswa terlibat langsung mulai dari pengumpulan bahan, pengembangan materi, penyusunan sistematika dan penulisan, hingga diskusi serta penyempurnaan naskah.
“Mahasiswa berperan sebagai penulis yang secara aktif terlibat dalam pengumpulan bahan, pengembangan materi, penyusunan sistematika, penulisan, diskusi, dan penyempurnaan naskah,” jelas Fandra.
Ketua STIE MARS Pematangsiantar Dr. Richard Tambunan, M.B.A., mengapresiasi capaian tersebut dan berharap budaya menulis serta menghasilkan karya akademik terus berkembang di lingkungan kampus
“Saya berharap budaya menulis dan berkarya di kalangan sivitas akademika terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya.
Ketiga buku tersebut telah tersedia di perpustakaan STIE MARS dan ke depan akan dimanfaatkan sebagai bahan ajar bagi mahasiswa.
Penerbitan tiga buku ini menunjukkan bagaimana proses pembelajaran dapat berkembang menjadi karya akademik nyata. Melalui kolaborasi mahasiswa dan dosen, ruang kuliah menjadi tempat untuk melatih kemampuan menulis, berpikir kritis, mengembangkan gagasan, sekaligus menghasilkan pengetahuan yang dapat dipelajari kembali oleh mahasiswa lainnya.



