Jakarta, 17 Agustus 2026 – Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., M.B.A., Ph.D., bertindak sebagai pembina upacara pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III di Lapangan Institut Tarumanagara (ITARU), Jakarta Selatan, Senin (17/8). Upacara diikuti sekitar 1.500 peserta yang terdiri atas pimpinan perguruan tinggi serta perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta. Momentum tersebut menjadi ajang untuk memperkuat semangat kebangsaan sekaligus meneguhkan komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berdampak bagi masyarakat.
Kehadiran Plt. Sesjen Kemdiktisaintek sebagai pembina upacara menjadi penegasan komitmen Kemdiktisaintek dalam memperkuat sinergi bersama perguruan tinggi. Di tengah berbagai tantangan pembangunan nasional, pendidikan tinggi dipandang memiliki posisi strategis sebagai tempat lahirnya sumber daya manusia unggul, inovasi, serta riset yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Semangat kemerdekaan menjadi pengingat bahwa kampus tidak hanya berperan dalam mencetak lulusan, tetapi juga menjadi penggerak perubahan menuju Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.
Dalam sesi wawancara bersama awak media, Plt. Sesjen Kemdiktisaintek menekankan peran kolaboratif perguruan tinggi, khususnya di wilayah Jakarta, dalam memajukan Indonesia. “Dengan adanya 33 perguruan tinggi swasta yang sudah unggul di Jakarta, bersama PTN yang ada, tentu ini jadi potensi besar untuk melahirkan technopreneur dengan inovasi dan karya yang bermanfaat, berbasis riset dan teknologi, untuk menjawab permasalahan yang ada di masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala LLDikti Wilayah III, Dr. Henri Tambunan, mengatakan bahwa sebagai lembaga yang memfasilitasi peningkatan mutu pendidikan tinggi, LLDikti Wilayah III terus membuka peluang kolaborasi antarperguruan tinggi, termasuk dengan mitra usaha dan industri. “Hal ini tentu sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak yang ingin meningkatkan relevansi antara perguruan tinggi dengan kondisi masyarakat,” imbuhnya.
LLDikti Wilayah III menghadirkan pimpinan perguruan tinggi bersama mahasiswa dalam barisan upacara sebagai simbol kolaborasi antargenerasi dan antarlembaga. Setiap perguruan tinggi mengirimkan lima mahasiswa sebagai representasi generasi muda yang akan melanjutkan estafet pembangunan bangsa. Kebersamaan tersebut mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi fondasi kemerdekaan sekaligus modal utama dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang semakin berkualitas, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Selain menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan, upacara ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada insan pendidikan tinggi yang telah menunjukkan dedikasi dan pengabdian kepada negara. Sebanyak 23 insan pendidikan tinggi di lingkungan LLDikti Wilayah III menerima penyematan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya sebagai wujud apresiasi negara atas integritas dan pengabdian yang konsisten dalam memajukan dunia pendidikan tinggi.
Pada kesempatan yang sama, LLDikti Wilayah III turut memberikan apresiasi kepada mahasiswa dari perguruan tinggi di Jakarta yang berhasil mengukir prestasi pada ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat nasional pada 2026. Penghargaan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan kepedulian sosial. Melalui Pilmapres, mahasiswa didorong menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa melalui karya inovatif dan kontribusi nyata.
Mereka ialah Tiffney Tyara Setyoko dari Universitas Pelita Harapan (Juara 1 Program Sarjana), Fayanna Ailisha Davianny dari Universitas Indonesia (Juara 2 Program Sarjana), Stanley Nathanael Wijaya dari Universitas Bina Nusantara (Juara 3 Program Sarjana), Angeline Chandra dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (Juara 4 Program Sarjana), Athiyah dari Politeknik Negeri Media Kreatif (Juara 1 Program Diploma), Maudy Safitri Zaya dari Universitas Negeri Jakarta (Juara 2 Program Diploma), Benecia Glory Shevania Valerie dari Institut Pariwisata Trisakti (Juara 3 Program Diploma), dan Rangga Kusuma Putra dari Universitas Negeri Jakarta (Juara 1 kategori disabilitas).
“Saya bersyukur sekali atas dukungan orang-orang sekitar dan tentunya kepada Tuhan yang mengizinkan saya menyandang gelar juara ini,” ujar Tiffney. Rangga yang menjadi juara dalam kategori disabilitas juga mengungkapkan rasa syukurnya. “Semoga ke depannya ini akan membawa banyak hal baik untuk saya,” harapnya.
Bagi LLDikti Wilayah III, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat tekad seluruh insan pendidikan tinggi agar terus berkarya bagi negeri. Semangat kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi langkah nyata dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi melalui peningkatan mutu pendidikan, penguatan riset dan inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan bangsa.
Pelaksanaan upacara ini turut didukung oleh sejumlah perguruan tinggi, yakni:
1. Institut Tarumanagara
2. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
3. Universitas Bina Sarana Informatika
4. Akademi Maritim Nasional Jakarta Raya
5. Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara
6. Universitas Tarumanagara
7. Universitas Gunadarma
8. Universitas Media Nusantara Citra
9. Universitas Bakrie
10. Politeknik Bentara Citra Bangsa
Sumber Foto: Humas LLDikti 3




