Dirjen Dikti: Pendidikan Tinggi adalah Kunci Transformasi dan Kemajuan Bangsa

Kabar

05 October 2025 | 09.35 WIB

Dirjen Dikti: Pendidikan Tinggi adalah Kunci Transformasi dan Kemajuan Bangsa

“Kita mengerti semuanya bahwa pendidikan adalah jalan yang sangat menentukan bagi suatu kebangkitan, bagi kebangkitan suatu bangsa dan negara. Tidak mungkin kita menjadi negara sejahtera, tidak mungkin kita menjadi negara maju, kalau pendidikan kita tidak baik, pendidikan kita tidak berhasil.”

Pesan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto tersebut menjadi mandat sekaligus sumbu utama dalam kuliah umum yang disampaikan Dirjen Dikti Kemdiktisaintek, Khairul Munadi, saat meresmikan dua kampus baru Universitas Mega Buana (UMB) Palopo, yakni Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan, sekaligus memberikan kuliah umum di hadapan sivitas akademika pada Sabtu (4/10).

Turut hadir dalam acara tersebut Pembina Yayasan Pendidikan Mega Buana Palopo, Rahim Munir, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel Ishaq Iskandar, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara Andi Lukman, serta perwakilan Pemerintah Kota Palopo.

"Kami sungguh mengapresiasi peran Ketua Pembina dan Ibu Rektor. Kontribusi Universitas Mega Buana Palopo menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam memperluas akses pendidikan. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dengan demikian inisiatif seperti ini adalah inspirasi dari Timur," Puji Dirjen Dikti.

la menilai peresmian dua fakultas baru menjadi tonggak penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah timur Indonesia.

"Kehadiran Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan adalah capaian luar biasa. Ini bukan hanya kebanggaan bagi kampus, tapi juga bagi pemerintah daerah, karena sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045," jelasnya.

Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen mempercepat pemerataan tenaga medis, terutama dokter umum dan spesialis. Komitmen ini bukan sekadar program sektoral, melainkan mandat langsung dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, sebagai bagian dari pelaksanaan Asta Cita — delapan agenda besar pembangunan nasional yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan kesehatan sebagai prioritas utama.

“Melalui langkah ini, pemerintah berupaya memastikan bahwa masyarakat di seluruh pelosok negeri, dari kota besar hingga daerah terpencil, mendapatkan akses layanan kesehatan yang adil, merata, dan berkualitas. Pemerataan tenaga medis menjadi kunci untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing,” ujar Dirjen Khairul.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Dikti juga meninjau secara langsung fasilitas pendidikan kedokteran serta menyapa para mahasiswa yang tengah mengikuti perkuliahan di ruang kelas.

“Kalian adalah orang-orang terpilih. Kalian mendapatkan privilege yang tidak semua orang miliki. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, belajar dengan tekun, dan jadilah dokter-dokter yang bersinar dari Timur,” pesan Dirjen Dikti.

Arkian, Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Andi Lukman, memuji kemajuan UMB Palopo yang kini memiliki program lengkap dari D3 hingga S3.

"UMB Palopo tumbuh sangat cepat. Dari usia muda, sudah memiliki sarana lengkap dan kini menambah dua fakultas strategis. Saya kira ini setara dengan kampus-kampus besar di Indonesia," ungkapnya.

Lebih lanjut, Dirjen Dikti menegaskan bahwa ukuran keberhasilan perguruan tinggi tidak semata dilihat dari berapa banyak mahasiswa yang masuk atau lulus, tetapi dari seberapa besar dampak yang dihadirkan bagi masyarakat.

“Bukan sekadar berapa banyak mahasiswa masuk, atau berapa yang lulus, tetapi: apakah lulusan kita memberi solusi? Apakah riset kita menjawab persoalan bangsa? Apakah kampus kita hadir di tengah masyarakat?” ujarnya.

Sejalan dengan semangat tersebut, lahirlah konsep #KampusBerdampak, yang menekankan bahwa setiap perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, besar maupun kecil, harus hadir sebagai agen transformasi di lingkungannya.

Menutup kuliah umumnya, Dirjen Dikti berpesan agar seluruh sivitas akademika terus menjaga semangat belajar, berinovasi, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

“Dengan semangat paradigma Diktisaintek Berdampak, jangan pernah merasa puas dengan pencapaian hari ini. Jangan hanya menjadi penonton perubahan, jadilah aktor utama yang berdampak untuk sekitar,” tutup Dirjen Dikti.

Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif

/

5

Ulas Sekarang

Baca Juga