Dirjen Risbang Dorong Awardee Beasiswa Garuda Jadi Bagian dari Ekosistem Riset dan Inovasi Nasional

Kabar

10 Juli 2026 | 07.15 WIB

Dirjen Risbang Dorong Awardee Beasiswa Garuda Jadi Bagian dari Ekosistem Riset dan Inovasi Nasional

Jakarta – Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Fauzan Adziman, menghadiri Orientasi Program SMA Unggul Garuda Transformasi dan Pembekalan Batch 1 Awardee Beasiswa Garuda Tahun 2026 di Auditorium Gedung D lantai 2, Kemdiktisaintek, Kamis (9/7). Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Ditjen Saintek) melalui Direktorat Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif tersebut menjadi forum kolaborasi yang mempertemukan perguruan tinggi, SMA Unggul Garuda Transformasi, mitra internasional, serta penerima Program Beasiswa Garuda dalam rangka memperkuat sinergi pengembangan talenta unggul Indonesia dan memperluas jejaring kolaborasi pendidikan tinggi.


Kegiatan ini diikuti oleh 168 perwakilan dari 42 sekolah Program SMA Unggul Garuda Transformasi, yang meliputi unsur manajemen sekolah, pembina Sumatif Akhir Tahun (SAT), pembina IELTS, serta konselor perguruan tinggi. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh 376 penerima Program Beasiswa Garuda Angkatan ke-2 Gelombang I Tahun 2026, terdiri atas 150 peserta luring dan 226 peserta daring.



Menurut Dirjen Fauzan dalam paparannya, penguatan riset nasional perlu dimulai sejak dini, termasuk melalui pengembangan budaya riset di lingkungan sekolah. Para siswa dan awardee Beasiswa Garuda diharapkan tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membangun rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian untuk menghubungkan ilmu pengetahuan dengan persoalan nyata di masyarakat.


“Riset itu dimulai dari masalah. Jangan berpikir produknya dulu, tetapi pikirkan masalah apa yang ingin kita pecahkan. Setelah riset, jangan berhenti di riset, tetapi bagaimana riset ini bisa bermanfaat, baik bagi masyarakat maupun industri,” ujarnya.


Dirjen Fauzan juga menekankan pentingnya keterhubungan antara pengembangan talenta, riset, inovasi, dan hilirisasi. Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi muda yang mampu membangun keunggulan berbasis kemampuan, bukan hanya bertumpu pada sumber daya alam. Dengan demikian, talenta muda Indonesia dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing nasional.


Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta. Salah satu penerima Beasiswa Garuda, Fawaz, menanyakan arah pengembangan Indonesia di tengah persaingan global serta keunggulan sumber daya yang dapat menjadi kekuatan bangsa.


“Kalau Indonesia ini mau diarahkan ke mana, dan sumber daya Indonesia yang unggul itu apa sehingga bisa menjadi senjata, baik dari relasi internasional, kemitraan, maupun sumber daya alam yang kita miliki?” tanya Fawaz.


Menjawab pertanyaan tersebut, Dirjen Fauzan menegaskan bahwa arah pengembangan Indonesia ke depan perlu menempatkan kemampuan manusia dan penguasaan teknologi sebagai kekuatan utama. Indonesia, menurutnya, tidak cukup hanya dikenal karena kekayaan sumber daya alam, tetapi juga harus membangun industri dan talenta yang memiliki kapabilitas tinggi.


“Resource kita tidak lagi hanya berbasis sumber daya alam, tetapi berbasis capability kita. Kita ingin membangun industri yang memiliki capability tinggi, sehingga Indonesia tidak hanya dikenal karena memiliki nikel atau sumber daya alam lainnya, tetapi juga karena kemampuan dan penguasaan teknologinya,” jelasnya.



Dalam penutupannya, Dirjen Fauzan berpesan kepada para awardee yang akan melanjutkan studi, khususnya ke luar negeri, agar tidak merasa rendah diri. Ia menekankan bahwa Indonesia merupakan negara besar dengan potensi ekonomi dan talenta yang kuat. Karena itu, para pelajar Indonesia diharapkan mampu menjadi duta bangsa, menjaga nama baik Indonesia, serta membawa pulang pengetahuan dan jejaring untuk memperkuat pembangunan nasional.


Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Ditjen Saintek, Yudi Darma, turut memberikan penguatan kepada peserta. Ia mendorong para awardee untuk berani bertanya, mencoba, dan menjadikan kesalahan sebagai bagian dari proses belajar.


“Banyak bertanya dan jangan takut mencoba. Kalau ternyata ada kesalahan, jadikanlah sebagai media untuk belajar. Integritas dan etika harus dibangun tinggi karena itulah modal untuk melangkah lebih ringan ke depan,” ujar Direktur Yudi.


Melalui kehadiran Dirjen Risbang dalam kegiatan ini, Kemdiktisaintek menegaskan pentingnya keterpaduan antara pengembangan talenta unggul, penguatan budaya riset, dan agenda inovasi nasional. Program SMA Unggul Garuda Transformasi dan Beasiswa Garuda diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda Indonesia yang berdaya saing global, berpikir kritis, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masa depan bangsa.


Humas Ditjen Risbang

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#DitjenRisbang
#BeasiswaGaruda
#SMAUnggulGarudaTransformasi

#DiktisaintekBerdampak


/

5

Ulas Sekarang