Dirjen Risbang Dorong Hilirisasi Riset Genomik untuk Kemandirian Bangsa

Kabar

26 Oktober 2026 | 18.30 WIB

Dirjen Risbang Dorong Hilirisasi Riset Genomik untuk Kemandirian Bangsa

Bandung—Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, mendorong penguatan hilirisasi riset genomik dan bioteknologi agar mampu menghasilkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat. Penguatan talenta, kolaborasi perguruan tinggi dengan industri, serta pengembangan riset berbasis permasalahan nyata menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem inovasi nasional menuju kemandirian bangsa.


Hal tersebut disampaikan Dirjen Fauzan saat menjadi keynote speaker secara daring dalam GENOHACKS 2026 pada Minggu (25/10). Mengusung tema “Riset Berdampak: Hilirisasi Riset Genomik untuk Kemandirian Bangsa”, kegiatan ini merupakan rangkaian bootcamp dan hackathon kewirausahaan genomik yang mempertemukan peneliti, mahasiswa, praktisi, dan mitra industri untuk mengembangkan solusi berbasis genomik yang berpeluang dikomersialisasikan.


Dalam paparannya, Dirjen Fauzan menekankan bahwa pengembangan riset perlu dimulai dari identifikasi permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat, industri, maupun pemerintah. Pendekatan berbasis masalah tersebut diharapkan dapat membantu peneliti merancang solusi yang relevan, memiliki nilai tambah, dan berpotensi dikembangkan menjadi produk atau usaha berbasis teknologi.


Menurutnya, riset tidak dapat berhenti pada publikasi ilmiah atau pengembangan prototipe. Diperlukan proses berkelanjutan yang menghubungkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pengembangan produk, pemenuhan regulasi, akses pasar, hingga komersialisasi. Proses ini membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar hasil penelitian dapat diadopsi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


Dirjen Fauzan juga menyoroti potensi genomik, bioteknologi, dan bioinformatika dalam mendukung pengembangan inovasi di Indonesia. Dengan kekayaan biodiversitas yang dimiliki, Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan solusi di bidang kesehatan, pangan, dan industri. Penguatan kapasitas sumber daya manusia serta pemanfaatan teknologi komputasi menjadi bagian penting untuk mempercepat pengembangan riset di bidang tersebut.


Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah dalam membangun ekosistem hilirisasi. Perguruan tinggi perlu memperkuat keterhubungan antara kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengembangan, sementara industri dan pemerintah dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan serta tantangan nyata yang perlu dijawab melalui riset dan inovasi.


Kolaborasi lintas disiplin juga diperlukan dalam proses komersialisasi. Pengembangan inovasi tidak hanya membutuhkan penguasaan sains dan teknologi, tetapi juga pemahaman mengenai regulasi, pemasaran, komunikasi, dan kebutuhan pengguna. Dengan demikian, inovasi yang dihasilkan dapat memiliki jalur pengembangan yang lebih jelas dan peluang pemanfaatan yang lebih luas.


GENOHACKS 2026 melibatkan 20 tim terpilih yang mengembangkan solusi dalam tiga bidang, yakni Precision Diagnostics Based on Genomics, Genomics for Food Security and Biodiversity, serta Biomanufacturing and Synthetic Biology for Pharmaceuticals. Melalui rangkaian bootcamp, pendampingan mentor, pitching, dan pameran prototipe, peserta didorong untuk mengembangkan gagasan berbasis genomik menjadi solusi yang tervalidasi dan memiliki jalur menuju komersialisasi.


Program ini diselenggarakan melalui kolaborasi Institut Teknologi Bandung (ITB), SoluSEA Venture Labs, Synbio Indonesia, dan Genepica, dengan dukungan Kemdiktisaintek, LPDP, dan Ditjen Risbang, serta keterlibatan mitra industri, termasuk Bio Farma.


Melalui GENOHACKS 2026, penguatan ekosistem riset dan inovasi genomik diharapkan dapat terus berkembang melalui sinergi antara peneliti, perguruan tinggi, industri, dan pemerintah. Upaya ini sejalan dengan dorongan Kemdiktisaintek untuk memperkuat hilirisasi hasil riset agar tidak hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat dan mendukung kemandirian bangsa.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#GENOHACKS2026 

#InovasiGenomik

/

5

Ulas Sekarang