Aceh - Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Fauzan Adziman, menghadiri forum dialog Penguatan Ekosistem Riset bagi Perguruan Tinggi yang Berdampak dan Berkelanjutan yang diselenggarakan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIII di Aula Universitas Serambi Mekkah, Kamis (23/07).
Dalam dialog tersebut, sejumlah perguruan tinggi menyampaikan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan riset, mulai dari ketatnya persaingan memperoleh pendanaan, penyusunan proposal yang belum memenuhi standar kualitas, hingga perlunya penguatan kapasitas dosen dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) perguruan tinggi dalam mengelola penelitian.
Menanggapi hal itu, Dirjen Fauzan menjelaskan bahwa Kemdiktisaintek terus melakukan penyempurnaan skema pendanaan sekaligus memperkuat pembinaan agar semakin banyak proposal penelitian yang menerima dukungan pendanaan.
"Kami ingin memastikan para peneliti tidak hanya memiliki ide yang baik, tetapi juga mampu menyusun proposal yang berkualitas sehingga memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pendanaan," ucap Dirjen Fauzan.
Dirjen Fauzan juga menekankan pentingnya peran LPPM sebagai penggerak ekosistem riset di perguruan tinggi. Menurutnya, pendampingan sejak tahap penyusunan proposal, penelaahan substansi penelitian, hingga penyusunan rencana anggaran biaya menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas proposal yang diajukan.
Ia juga mendorong perguruan tinggi memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial (AI) secara bertanggung jawab sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas penulisan proposal maupun publikasi ilmiah, tanpa mengabaikan integritas akademik.
Pada kesempatan yang sama, Kepala LLDikti Wilayah XIII, Rizal Munadi, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas riset merupakan salah satu prioritas dalam pengembangan mutu perguruan tinggi di Aceh.
Melalui forum ini, ia berharap terjalin komunikasi yang semakin erat antara perguruan tinggi dengan kementerian sehingga berbagai tantangan yang dihadapi peneliti di daerah dapat direspons melalui kebijakan dan program pembinaan yang lebih adaptif.
"Forum ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan menjadi sarana bagi perguruan tinggi untuk menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi, sehingga dapat ditindaklanjuti melalui program pembinaan yang tepat," ujar Kepala LLDikti Rizal Munadi.
Wakil Rektor Universitas Serambi Mekkah, Munawir, dalam sambutannya menyampaikan bahwa forum dialog ini menjadi kesempatan strategis bagi perguruan tinggi untuk memperkuat sinergi dengan Ditjen Risbang untuk meningkatkan kualitas riset dan inovasi. Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap arah kebijakan riset nasional menjadi modal penting bagi perguruan tinggi dalam mengembangkan penelitian yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
"Kami berharap pertemuan ini dapat mempererat kolaborasi antara perguruan tinggi di Aceh dengan Ditjen Risbang, sehingga semakin banyak riset yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Wakil Rektor Munawir.
Berbagai masukan dari peserta akan menjadi bagian dari upaya Ditjen Risbang dalam menyempurnakan kebijakan dan program pembinaan riset agar semakin adaptif terhadap kebutuhan perguruan tinggi di berbagai daerah.
Forum dialog ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, LLDikti, dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem riset. Ke depan, sinergi tersebut dapat meningkatkan kapasitas peneliti, memperluas akses terhadap pendanaan dan kemitraan, serta mempercepat pemanfaatan hasil riset untuk mendukung pembangunan daerah dan nasional.







