Dua Tim Mahasiswa ISI Yogyakarta Raih Pendanaan PKM Nasional 2026 Lewat Inovasi Kewirausahaan Kreatif

Kampus Kita

26 Mei 2026 | 12.30 WIB

Dua Tim Mahasiswa ISI Yogyakarta Raih Pendanaan PKM Nasional 2026 Lewat Inovasi Kewirausahaan Kreatif

YOGYAKARTA – Mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Sebanyak dua tim berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Nasional Tahun 2026 pada skema PKM-Kewirausahaan, melalui inovasi yang memadukan seni, desain, teknologi, dan keberlanjutan.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa ISI Yogyakarta tidak hanya unggul dalam penciptaan karya seni, tetapi juga mampu menghadirkan solusi kreatif yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi masyarakat.

Prestasi ini diraih melalui proses seleksi yang sangat kompetitif. Dari 25.253 proposal yang diajukan secara nasional, sebanyak 16.398 proposal lolos seleksi tahap awal. Setelah melalui proses penilaian lanjutan, hanya 1.221 proposal yang berhasil memperoleh pendanaan, termasuk dua proposal dari ISI Yogyakarta.

Tim pertama yang lolos pendanaan mengusung inovasi PAS-EDU dengan judul "PAS-EDU: Inovasi Pasmina Batik dan Printing Berbasis QR Code sebagai Media Literasi Esensi Teknik Membatik bagi Konsumen." Tim ini diketuai Lutfi Rohadatul Aisy, mahasiswa Program Studi Desain Mode Kriya Batik angkatan 2025, bersama Alisya Qoritafiya, Rifdah Ghina Salaabila, Leni Nurmilah Pebriani, dan Registaria Apriliana Indah Suci.

Melalui PAS-EDU, tim menghadirkan produk pasmina batik dan printing yang dipadukan dengan teknologi QR Code. Inovasi tersebut tidak hanya menghasilkan produk fesyen, tetapi juga menjadi media edukasi yang memungkinkan konsumen mempelajari proses, filosofi, dan teknik membatik secara interaktif. Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana warisan budaya dapat dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi dan kewirausahaan kreatif.

Sementara itu, tim kedua mengembangkan inovasi SOYALOGY dengan judul "SOYALOGY: Pemanfaatan Limbah Cair Tahu untuk Kemasan Ramah Lingkungan sebagai Pengganti Bungkus Gelembung di Era Perdagangan Daring." Tim dipimpin oleh Gregorius Guntur Jembar Wicaksono dari Program Studi Desain Produk angkatan 2023, bersama Nuraini Yusmaida, Ahmad Hanif Ciptadi, Senjelin Fladior Lai, dan Ammara Raya Asyara.

SOYALOGY menawarkan solusi terhadap persoalan limbah sekaligus meningkatnya kebutuhan kemasan ramah lingkungan di sektor perdagangan daring. Dengan memanfaatkan limbah cair tahu sebagai bahan baku kemasan pengganti bubble wrap, tim menghadirkan inovasi yang mendukung praktik ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan.

Kedua tim dibimbing oleh Retno Purwandari, S.S., M.A., dosen Jurusan Kriya Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Yogyakarta. Pendampingan dosen berperan penting dalam menyempurnakan konsep, mengembangkan produk, serta mempersiapkan proposal hingga berhasil memperoleh pendanaan nasional.

Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang mendorong lahirnya inovasi berbasis kreativitas, riset terapan, dan kewirausahaan. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa, mahasiswa didorong untuk menghasilkan karya yang tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta memberikan dampak ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan.

ISI Yogyakarta menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa dan dosen pembimbing atas capaian tersebut. Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus mengembangkan gagasan kreatif, memperkuat kolaborasi lintas disiplin, dan menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui prestasi ini, ISI Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi seni yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Berangkat dari kreativitas dan kolaborasi, mahasiswa ISI Yogyakarta terus menghadirkan inovasi yang menghubungkan seni, teknologi, kewirausahaan, dan keberlanjutan untuk mendukung pembangunan yang lebih inklusif dan berdampak.

DiktisaintekBerdampak

KampusBerdampak

KemendiktisaintekBerdampak

ISI Yogayakarta

/

5

Ulas Sekarang