Semarang-Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya bergantung pada ketersediaan sumber daya alam. Melainkan juga kualitas sumber daya manusia (SDM) yang memiliki integritas, sebagai modal utama membangun tata kelola pemerintahan, dan pelayanan publik yang bersih. Hal ini disampaikan Menteri Brian dalam Musyawarah Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) XIX di Politeknik Negeri Semarang (Polines), Senin (27/7).
Dalam paparannya Mendiktisaintek menjelaskan mengenai konsep statecraft, sebagai kemampuan mengelola negara secara terampil. Pengalaman organisasi mahasiswa, khususnya melalui kepemimpinan di BEM menjadi sarana untuk melatih kemampuan koordinasi, pengambilan keputusan, dan kepemimpinan, yang kelak dibutuhkan dalam mengelola negara yang memiliki jumlah penduduk yang besar, dan tantangan pembangunan yang kompleks. Menteri Brian juga mendorong mahasiswa untuk terus menjaga sikap kritis, serta memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan bangsa.
“Saya tahu teman-teman mahasiswa ini adalah generasi yang sangat kritis, silahkan dilanjutkan, karena memang kita butuh orang-orang yang kritis, yang punya kepedulian terhadap negara kita,” ungkap Mendiktisaintek.
Di tengah perubahan situasi global yang berlangsung cepat, Indonesia harus mampu membaca dinamika tersebut secara cermat. Oleh karena itu, perlu terus ditingkatkan kapasitas nasional, untuk bersaing di tengah kompetisi global.
Lebih lanjut Mendiktisaintek menjelaskan bahwa hasil aktivitas ekonomi nasional, mestinya dapat memperkuat perekonomian dalam negeri. Menteri Brian menyampaikan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan berpotensi untuk menjadi energi alternatif, seperti bioetanol berbahan baku hasil pertanian. Pengembangan inovasi tersebut, dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui dukungan riset dan inovasi perguruan tinggi.
Sementara itu, tantangan pembangunan bangsa tidak hanya berkaitan dengan sistem, tetapi juga ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki kapasitas, profesionalisme, dan integritas tinggi. Mendiktisaintek menegaskan bahwa integritas adalah modal utama dalam membangun kepercayaan.
“Pesan saya satu, Integritas. Jangan pernah menggadaikan integritas karena that's the highest price. Harga tertinggi dari seseorang itu (integritas),” tegas Mendiktisaintek.
Menutup paparannya, Menteri Brian mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengamat terhadap berbagai persoalan nasional, tetapi juga mengambil peran sebagai bagian dari solusi. Menurutnya, perubahan membutuhkan keberanian, kompetensi, dan komitmen dari generasi muda untuk menghadirkan inovasi serta memperbaiki berbagai tantangan yang dihadapi bangsa. Generasi muda tidak cukup hanya menyampaikan kritik, melainkan harus mempersiapkan diri menjadi aktor utama yang mampu menghadirkan solusi dan memimpin perubahan di berbagai sektor.
“Tetap berpikir kritis adik-adik. Ada yang kurang perbaiki, suarakan. Tetapi yang jauh lebih penting dari itu adalah anda semua harus menjadi pemain-pemain utama,” pungkas Menteri Brian.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak







