Inovasi Dosen Politani Samarinda Dongkrak Produktivitas Padi hingga 44,83 Persen

Kampus Kita

21 September 2026 | 17.30 WIB

Inovasi Dosen Politani Samarinda Dongkrak Produktivitas Padi hingga 44,83 Persen

KUTAI KARTANEGARA — Inovasi perguruan tinggi vokasi memberikan dampak langsung bagi produktivitas pertanian masyarakat. Dosen Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politani Samarinda) berhasil menerapkan teknologi bioinvigorasi benih terintegrasi sistem Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) yang meningkatkan produktivitas padi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Penerapan teknologi tersebut meningkatkan produktivitas padi Gapoktan Mandiri sebesar 44,83 persen, dari 4,80 ton menjadi 6,95 ton gabah kering panen (GKP) per hektare.

Inovasi bioinvigorasi diterapkan untuk meningkatkan vigor benih melalui pemanfaatan mikroba potensial yang adaptif terhadap kondisi lapangan. Teknologi tersebut kemudian dipadukan dengan sistem LEISA yang mengoptimalkan sumber daya lokal, termasuk bahan organik dan mikroba bermanfaat, untuk mendukung kesehatan tanah dan tanaman.

Pendekatan tersebut dikembangkan untuk menjawab sejumlah tantangan yang dihadapi petani, mulai dari kesuburan lahan yang rendah, karakteristik tanah Ultisol, rendahnya vigor benih, hingga tingginya intensitas hama dan penyakit.

Implementasi di lapangan melibatkan empat dosen Politani Samarinda dengan bidang keahlian yang saling melengkapi. Rusmini, S.P., M.P. dan La Mudi, S.P., M.P. berfokus pada peningkatan produktivitas melalui penerapan bioinvigorasi dan LEISA. Sementara Andi Lelanovita Sardianti, S.P., M.M. dan Muhamad Yazid Bustomi, S.P., M.Sc. mendampingi penguatan kelembagaan Gapoktan.

Pendampingan tidak hanya menyasar proses budidaya. Gapoktan Mandiri yang menaungi 623 petani dalam 40 kelompok tani dengan luas areal 126 hektare turut diperkuat dari sisi tata kelola dan administrasi, penyusunan SOP, manajemen, pengelolaan aset dan UPJA, hingga pengembangan kemitraan dan akses pasar.

Pemanfaatan teknologi juga diperluas melalui digital farming dan drone sprayer untuk meningkatkan efektivitas pekerjaan sekaligus membantu mengurangi beban kerja petani.

Program ini turut diperkuat melalui kolaborasi Politani Samarinda dengan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Jajang Hermawan bersama Wakil Gubernur Kalimantan Timur Dr. H. Seno Aji dan pemangku kepentingan terkait turut meninjau demplot dan kegiatan panen pada 10 September 2026.

Kolaborasi perguruan tinggi vokasi, pemerintah, Bank Indonesia, dan petani tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong inovasi agar tidak berhenti pada tahap penelitian, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.

Kenaikan produktivitas hingga 44,83 persen menunjukkan bagaimana kepakaran dosen dapat diterjemahkan menjadi solusi nyata di lahan pertanian. Dari kampus ke sawah, ilmu pengetahuan dan teknologi hadir untuk memperkuat produktivitas sekaligus kemandirian petani.

Kampus Berdampak

Kampus Kita

Politani Samarinda

Inovasi Dosen

Inovasi Pertanian

Vokasi berdampak

Leisa

Bioinvigorasi

Bank Indonesia

Bank Indonesia Kaltim

/

5

Ulas Sekarang