ISI Yogyakarta Perkuat Jejaring Internasional Lewat Masterclass Perkusi Bersama Musisi Symphoniker Hamburg

Kampus Kita

22 April 2026 | 15.45 WIB

ISI Yogyakarta Perkuat Jejaring Internasional Lewat Masterclass Perkusi Bersama Musisi Symphoniker Hamburg

Yogyakarta – Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali memperkuat jejaring akademik internasional melalui kunjungan dua musisi Eropa, Alexander Radziewski, pemain timpani solo Symphoniker Hamburg, Jerman, dan Gabriel Laufer, pemain perkusi asal Belgia. Kunjungan yang berlangsung pada 22 April 2026 ini menjadi bagian dari upaya ISI Yogyakarta menghadirkan pengalaman belajar berstandar internasional bagi mahasiswa seni.

Dalam kunjungan tersebut, Program Studi D4 Penyajian Musik ISI Yogyakarta menyelenggarakan Masterclass Perkusi yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung dari praktisi musik profesional yang telah berkiprah di panggung dunia. Sebanyak empat peserta solo dan satu kelompok ensemble perkusi mengikuti kelas tersebut, memperoleh pendalaman mengenai teknik permainan, musikalitas, hingga interpretasi karya.

Melalui kegiatan ini, ISI Yogyakarta menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga mempertemukan mahasiswa dengan pengalaman profesional di tingkat internasional. Kehadiran Alexander Radziewski, yang telah menjadi pemain timpani solo Symphoniker Hamburg sejak 1987, menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk memahami standar praktik musik global secara langsung.

Selain mengisi masterclass, Alexander Radziewski dan Gabriel Laufer mengunjungi Program Studi Etnomusikologi ISI Yogyakarta untuk mengenal lebih dekat beragam alat musik tradisional Nusantara. Kunjungan tersebut memperlihatkan kekayaan pendidikan seni di ISI Yogyakarta yang tidak hanya mengembangkan musik Barat, tetapi juga berkomitmen melestarikan, mengkaji, dan mengembangkan seni tradisi Indonesia.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke kelas Karawitan Bali yang diampu oleh Dekan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta, Dr. I Nyoman Cau Arsana, S.Sn., M.Hum. Interaksi tersebut menjadi ruang dialog antara tradisi musik dunia dan kekayaan seni pertunjukan Nusantara, sekaligus memperkuat pertukaran wawasan lintas budaya.

Bagi ISI Yogyakarta, kunjungan seniman internasional menjadi bagian dari strategi memperluas kolaborasi global sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan seni. Pertemuan antara mahasiswa dengan praktisi dunia diharapkan mampu memperkaya perspektif akademik, mengembangkan kompetensi profesional, serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.

Melalui berbagai kegiatan akademik dan artistik yang melibatkan mitra internasional, ISI Yogyakarta terus menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi seni yang adaptif, berdaya saing global, dan berakar kuat pada kekayaan seni budaya Indonesia. Upaya ini sekaligus memperkuat posisi ISI Yogyakarta sebagai pusat pendidikan seni yang mampu menjembatani tradisi, inovasi, dan kolaborasi internasional.

DiktisaintekBerdampak

Kampus Kita

KampusBerdampak

KemendiktisaintekBerdampak

ISI Yogayakarta

/

5

Ulas Sekarang