Politeknik Negeri Jember (Polije) sukses menyelenggarakan pameran bertajuk Gelar Produk Project Based Learning (PBL) Jurusan Teknologi Pertanian, Kamis (04/05/2026). Ajang tahunan ini menjadi wadah unjuk gigi bagi kreativitas mahasiswa dalam menciptakan inovasi pangan berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan nasional.
Kegiatan tersebut mengusung tema sinergi teknologi pertanian dan rekayasa pangan dalam menciptakan sistem produksi inovatif. Pihak panitia melibatkan kolaborasi intensif dari tiga program studi sekaligus, yakni Teknologi Rekayasa Pangan, Teknologi Industri Pangan, dan Teknik Energi Terbarukan.
“Kegiatan PBL Jurusan Teknologi Pertanian yang melibatkan tiga program studi menjadi inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai mata kuliah,” ujar Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P.
Pihak kampus berkomitmen kuat mengintegrasikan berbagai mata kuliah teori ke dalam sebuah kegiatan praktik yang nyata. Melalui metode pembelajaran berbasis proyek ini, para dosen pelaksana melatih mahasiswa untuk menguasai seluruh rantai industri bisnis sejak dini.
“Melalui PBL, mahasiswa dapat menjadi wirausahawan muda yang berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran,” lanjut Saiful.
Sementara itu, pameran inovatif tersebut turut menguji mentalitas mahasiswa melalui pelaksanaan uji publik produk secara langsung kepada konsumen. Alhasil, para peserta pameran mampu mengasah kemampuan teknis proses produksi hingga menyusun strategi pemasaran produk secara mandiri.
Selanjutnya, mahasiswa program studi Teknologi Rekayasa Pangan, Vita Marvella Anatasya, merasakan dampak positif yang besar dari sistem perkuliahan praktis ini. Model pembelajaran tersebut sangat membantu peningkatan kompetensi kerja tim, riset produk, dan manajemen waktu di lapangan.
“Banyak hal yang didapatkan dari metode pembelajaran PBL terutama melatih kerja sama, RnD, pengolahan pangan, dan tanggung jawab,” pungkas Vita Marvella.





