Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menerima kunjungan delegasi China Center for International People-to-People Exchange (CCIPE), Kementerian Pendidikan Republik Rakyat Tiongkok, dalam rangka pembahasan penguatan kerja sama pendidikan tinggi, pendidikan vokasi, pengembangan talenta, dan internasionalisasi perguruan tinggi. Pertemuan berlangsung di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Selasa (23/6).
Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan kementerian, perguruan tinggi Indonesia, lembaga pendidikan vokasi, serta sejumlah institusi pendidikan dan mitra dari Tiongkok. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan pendidikan Indonesia–Tiongkok melalui pertukaran gagasan dan penjajakan peluang kerja sama antarlembaga pendidikan, industri, dan pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Sesditjen Dikti), Setiawan, menyampaikan bahwa hubungan pendidikan memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan antarnegara melalui pengembangan sumber daya manusia, pertukaran pengetahuan, dan kolaborasi akademik.
“Bagi kami pertemuan seperti ini bukan sekadar agenda seremonial. Ini adalah bagian dari percakapan yang lebih besar tentang masa depan pendidikan tinggi, masa depan talenta muda, dan masa depan hubungan antarbangsa. Kami ingin memastikan bahwa kerja sama yang dibangun tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi benar-benar menghasilkan manfaat,” ujar Sesditjen, Setiawan.
Sesditjen Dikti juga menekankan bahwa penguatan kerja sama internasional perlu didukung tata kelola yang baik, termasuk kejelasan manfaat program, kualitas akademik, perlindungan mahasiswa dan dosen, serta kesesuaian dengan regulasi yang berlaku di Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah inisiatif dan peluang kerja sama yang mengemuka meliputi pengembangan transnational education partnership, friendship institute, pertukaran mahasiswa dan dosen, pelatihan bahasa dan keterampilan, pengembangan kurikulum bersama, riset kolaboratif, serta penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan industri.
Dalam sesi diskusi, peserta juga menyampaikan pandangan mengenai pentingnya memperluas akses terhadap program internasional, memperkuat pengembangan sumber daya manusia, serta meningkatkan kolaborasi pendidikan yang dapat menjangkau lebih banyak institusi pendidikan.
Director General China Center for International People-to-People Exchange (CCIPE), Yu Changxue, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemdiktisaintek dalam memperkuat hubungan pendidikan kedua negara. Menurutnya pendidikan kejuruan merupakan bidang yang sangat penting dalam mendorong keterhubungan industri, mencetak generasi muda yang berbakat, serta mendukung kesejahteraan masyarakat. Bidang ini juga sejalan dengan kebutuhan kedua negara dalam upaya modernisasi pendidikan dan pengembangan tenaga kerja yang memiliki keahlian.
Pertemuan ini diharapkan dapat semakin memperkuat ekosistem kerja sama pendidikan Indonesia–Tiongkok yang tidak hanya mendorong mobilitas akademik, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan talenta, penguatan kapasitas institusi, serta keterhubungan antara pendidikan dan kebutuhan dunia kerja.
Sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, Kemdiktisaintek terus mendorong agar kerja sama internasional tidak berhenti pada peningkatan jumlah kemitraan, tetapi juga menghasilkan dampak yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi, penguatan sumber daya manusia, serta pengembangan talenta.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak






