Kemdiktisaintek dan Pemerintah Kota Surabaya Bahas Kesiapan Penyelenggaraan KSTI 2026

Kabar

31 Oktober 2026 | 19.45 WIB

Kemdiktisaintek dan Pemerintah Kota Surabaya Bahas Kesiapan Penyelenggaraan KSTI 2026

Surabaya - Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), bersama jajaran Wakil Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya terkait persiapan penyelenggaraan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026. Pertemuan yang berlangsung di Balai Kota Surabaya tersebut diterima oleh Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, bersama sejumlah kepala dinas, Sabtu (31/10).


Dalam pertemuan tersebut, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang), Fauzan Adziman, memaparkan konsep dan rangkaian kegiatan KSTI 2026 yang akan diselenggarakan pada 10–13 November 2026 di ITS dengan mengangkat tema “Akselerasi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia”. Koordinasi ini mencakup dukungan pemerintah daerah, keterlibatan masyarakat, kesiapan infrastruktur, serta peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam pengembangan riset dan inovasi.


Dirjen Fauzan menjelaskan bahwa KSTI dirancang untuk menghubungkan tiga kelompok utama, yaitu inventor, inovator, dan investor. Pertemuan ketiganya diharapkan dapat membuka peluang pemanfaatan hasil riset, memperluas kerja sama dengan industri, serta meningkatkan peluang pengembangan inovasi hingga dapat digunakan secara lebih luas.


Rangkaian kegiatan KSTI 2026 akan mencakup pameran hasil riset dan inovasi, forum diskusi, business matching, robot challenge, serta hackathon yang melibatkan perguruan tinggi dan mitra industri. Rangkaian kegiatan tersebut disiapkan untuk mempertemukan peneliti dan perguruan tinggi dengan industri serta calon mitra pendanaan. KSTI juga membuka ruang partisipasi bagi masyarakat, termasuk pelajar, untuk mengenal perkembangan sains dan teknologi serta melihat peluang penerapannya.


Dalam pembahasan tersebut, Dirjen Risbang juga menyampaikan peluang kerja sama jangka panjang dengan Pemerintah Kota Surabaya, khususnya dalam pemanfaatan hasil riset untuk menjawab kebutuhan dan permasalahan di daerah. 


Melalui kolaborasi tersebut, dosen dan peneliti dari perguruan tinggi diharapkan dapat terlibat dalam penyelesaian persoalan perkotaan sekaligus mengembangkan hasil penelitian agar dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh masyarakat.


Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, menyampaikan kesiapan Pemerintah Kota Surabaya untuk mendukung penyelenggaraan KSTI 2026. Dukungan tersebut antara lain melalui koordinasi lintas perangkat daerah, pengaturan mobilitas dan lalu lintas, pelibatan sektor pendidikan, serta publikasi kegiatan kepada masyarakat. Pemerintah Kota Surabaya juga akan mengoordinasikan dukungan dengan pihak terkait agar penyelenggaraan KSTI berjalan dengan baik.


Penyelenggaraan KSTI 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda perguruan tinggi, tetapi juga memberikan manfaat bagi Kota Surabaya. Potensi inovasi dan pengembangan teknologi di Surabaya, termasuk melalui keberadaan Surabaya Science Technopark, menjadi salah satu hal yang dapat diperkenalkan kepada peserta dan masyarakat selama kegiatan berlangsung.


Melalui koordinasi ini, Kemdiktisaintek, ITS, dan Pemerintah Kota Surabaya berupaya memastikan KSTI 2026 dapat menjadi ruang pertemuan bagi berbagai pihak untuk memperluas kolaborasi riset dan inovasi. Keterlibatan pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan turut memperkuat dampak penyelenggaraan KSTI yang lebih luas bagi pengembangan sains, teknologi, dan perekonomian daerah.

/

5

Ulas Sekarang