Kemdiktisaintek Dorong Inovasi Manajemen untuk Perkuat Tata Kelola Pendidikan Tinggi

Kabar

21 Oktober 2026 | 04.30 WIB

Kemdiktisaintek Dorong Inovasi Manajemen untuk Perkuat Tata Kelola Pendidikan Tinggi

Jakarta–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong inovasi manajemen untuk memperkuat tata kelola perguruan tinggi di Indonesia. Upaya ini dilakukan melalui pengelolaan berbasis kinerja dan data guna memastikan penyelenggaraan pendidikan tinggi berjalan lebih terarah serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, dalam Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas), (20/10).


Lebih lanjut Sesjen Badri memaparkan pentingnya inovasi manajemen dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan berdampak. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan pendidikan dan penelitian, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung pembangunan nasional.


Sesjen Kemdiktisaintek menjelaskan bahwa penguatan tata kelola memerlukan penyelarasan target kinerja dari tingkat kementerian hingga perguruan tinggi. Penyelarasan ini bertujuan memastikan program dan indikator kinerja dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret yang terukur serta selaras dengan tujuan pengembangan pendidikan tinggi.


Salah satu pendekatan yang disampaikan adalah sistem coupling, yakni penyelarasan kontrak kinerja antara pimpinan di tingkat direktorat jenderal dan rektor perguruan tinggi. 


“Kita melakukan sistem namanya coupling. Coupling itu maksudnya kontrak dengan para Direktur Jenderal (Dirjen) ada, kontrak dengan para Rektor ada. Jadi, program-program yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen), semuanya akan diagregat di level kampus, kemudian diangkat di level Ditjen,” ujar Sesjen Badri.


Penerapan sistem tersebut didukung pemantauan capaian melalui dasbor kinerja. Dengan pemanfaatan data, perkembangan pelaksanaan program dan pencapaian target dapat dipantau sebagai dasar evaluasi serta pengambilan keputusan yang lebih terukur dan berbasis bukti.


Penguatan manajemen juga berkaitan dengan berbagai tantangan pendidikan tinggi, termasuk perluasan akses dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan kualifikasi dosen, khususnya pada jenjang doktor, menjadi salah satu aspek yang disoroti untuk mendukung penguatan kapasitas akademik dan riset perguruan tinggi.


Selain peningkatan kualitas akademik, perguruan tinggi didorong untuk memperkuat kontribusinya terhadap masyarakat. Dampak penyelenggaraan pendidikan tinggi perlu dilihat secara lebih luas, mencakup aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata dan berkelanjutan.


Melalui inovasi manajemen dan penguatan implementasi indikator kinerja utama, Kemdiktisaintek mendorong tata kelola perguruan tinggi yang lebih efektif, terukur, dan berorientasi pada hasil. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan sumber daya manusia berkualitas serta memberikan kontribusi bagi pembangunan Indonesia.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak


/

5

Ulas Sekarang