Kemdiktisaintek Dorong Kolaborasi Riset dan Industri untuk Kembangkan Inovasi AI

Kabar

12 Oktober 2026 | 07.15 WIB

Kemdiktisaintek Dorong Kolaborasi Riset dan Industri untuk Kembangkan Inovasi AI

Kolaborasi riset AirNav Indonesia dan CoE AILO Telkom University serta peluncuran tiga inovasi AI menjadi langkah menghubungkan riset dengan kebutuhan industri dan pendidikan.


Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, memberikan sambutan dalam kegiatan Summit on Advancement in Technology, Research, Industry and Academia (SATRIA) 2026 bertema “Connecting Leaders, Research, and Industry for Trustworthy AI” yang diselenggarakan oleh Center of Excellence Artificial Intelligence for Learning and Optimization (CoE AILO), Telkom University di Jakarta, Kamis (8/10).


Forum ini membahas strategi penerapan Artificial Intelligence (AI) serta penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri untuk menghasilkan inovasi AI yang aman, tepercaya, dan bertanggung jawab.


Dirjen Fauzan menyampaikan pentingnya menyiapkan talenta yang mampu beradaptasi dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI). Ia menjelaskan bahwa kemampuan memecahkan masalah, kreativitas, dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan oleh industri.


“Bukan perlombaan antara manusia versus mesin, tetapi bagaimana manusia bekerja lebih baik bersama mesin”, Ujar Dirjen Fauzan


Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan untuk membantu manusia menyelesaikan pekerjaan secara lebih efektif, sedangkan pengambilan keputusan yang kompleks dan berisiko tinggi tetap memerlukan pertimbangan manusia.


*Kolaborasi Riset untuk Menjawab Kebutuhan Industri*


Kegiatan ini juga menandai peluncuran EduNusa dan Medisiana sebagai model dasar AI berdaulat Indonesia, serta SAFE-ME v1.0 sebagai kerangka penilaian tingkat kematangan AI di perguruan tinggi. Acara ini juga menyoroti kolaborasi CoE AILO Telkom University dengan mitra industri, termasuk AirNav Indonesia, dalam pengembangan inovasi AI, khususnya di bidang navigasi udara dan penerbangan.


Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi konferensi pers yang membahas mengenai peluncuran laboratorium riset bersama antara AirNav Indonesia dan CoE AILO Telkom University. Laboratorium ini menjadi wadah kerja sama untuk mengembangkan solusi berbasis AI dengan mempertemukan kebutuhan operasional industri dan kapasitas penelitian perguruan tinggi.


Direktur Teknik AirNav Indonesia, Zainal Arifin Harahap, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut berangkat dari kebutuhan industri akan solusi teknologi untuk mendukung operasional penerbangan. AirNav memiliki berbagai persoalan operasional yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui dukungan penelitian, sementara CoE AILO Telkom University memiliki kapasitas riset untuk mendukung proses tersebut.


Salah satu fokus pengembangan yang tengah berjalan adalah sistem penjadwalan personel Air Traffic Controller (ATC) berbasis AI yang mempertimbangkan jam kerja, waktu istirahat, serta risiko kelelahan guna mendukung kinerja personel dan keselamatan penerbangan.


Dari sisi perguruan tinggi, Direktur CoE AILO Telkom University, Agus Pratondo, menekankan pentingnya keterlibatan industri sejak tahap identifikasi masalah. Pemahaman terhadap kebutuhan dan kondisi operasional industri menjadi dasar bagi peneliti untuk mengembangkan solusi yang dapat diterapkan. 


*Pengembangan Inovasi AI untuk Pendidikan*


Selain kolaborasi riset yang berfokus pada kebutuhan industri, SATRIA 2026 juga membahas pemanfaatan AI di bidang pendidikan serta penguatan kesiapan institusi dalam mengadopsi teknologi tersebut. Dalam sesi ini, CoE AILO Telkom University memperkenalkan tiga inovasi AI, yaitu EduNusa, Medisiana, dan SAFE-ME v1.0, yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan yang berbeda.


EduNusa merupakan model AI untuk mendukung pembelajaran siswa sekolah dasar, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pemanfaatan server lokal memungkinkan materi pembelajaran diakses tanpa ketergantungan pada koneksi internet secara terus-menerus. 


Sementara itu, Medisiana dikembangkan untuk mendukung pembelajaran mahasiswa kedokteran dengan mendorong proses penalaran dan pemecahan masalah. 


Adapun SAFE-ME v1.0 merupakan kerangka penilaian kesiapan dan kematangan pemanfaatan AI yang mencakup aspek teknologi, infrastruktur, sumber daya manusia, dan kebijakan.


Menanggapi pengembangan inovasi tersebut, Dirjen Risbang mengapresiasi pemanfaatan AI untuk memperluas akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat di wilayah 3T. Menurutnya, penggunaan server lokal pada EduNusa dapat membantu mengatasi keterbatasan konektivitas.


Ia juga menekankan bahwa pemanfaatan AI dalam pembelajaran perlu diarahkan untuk mendorong kemampuan berpikir dan penalaran, bukan sekadar memberikan jawaban instan. Pengembangan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan pun dinilai penting agar teknologi dapat memberikan manfaat yang lebih luas.


Melalui SATRIA 2026, Kemdiktisaintek mendorong penguatan hubungan antara riset, kebutuhan industri, dan pemanfaatan teknologi di masyarakat. Kolaborasi riset antara AirNav Indonesia dan CoE AILO Telkom University serta pengembangan tiga inovasi AI diharapkan dapat dikembangkan menjadi solusi yang bermanfaat sekaligus memperkuat kemandirian teknologi dan daya saing Indonesia.

/

5

Ulas Sekarang