Malang – Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Badri Munir Sukoco menegaskan bahwa pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Akreditasi Unggul bukan sekadar target administratif, melainkan instrumen transformasi untuk mewujudkan perguruan tinggi yang bermutu, relevan, dan berdampak bagi masyarakat serta pembangunan nasional dalam kegiatan Sarasehan Strategi Pencapaian IKU & Akreditasi Unggul Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Universitas Merdeka Malang, Sabtu (4/7).
Kegiatan Sarasehan yang berlangsung di Ruang Pusat Pertemuan Ilmiah Universitas Merdeka Malang ini menjadi forum strategis bagi pimpinan perguruan tinggi, dosen, dan pemangku kepentingan pendidikan tinggi untuk berdiskusi mengenai berbagai tantangan dan peluang dalam meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi.
Plt. Sesjen Badri, menyampaikan apresiasi atas komitmen Universitas Merdeka Malang dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui penguatan tata kelola, budaya mutu, dan pencapaian indikator kinerja yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi harus terus bertransformasi untuk menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, dunia usaha, industri, dan pembangunan daerah.
“Pencapaian IKU dan Akreditasi Unggul bukan sekadar indikator keberhasilan institusi, melainkan instrumen transformasi untuk menghadirkan perguruan tinggi yang bermutu, relevan, dan berdampak bagi masyarakat serta pembangunan nasional,” ujar Plt. Sesjen Badri.
Lebih lanjut, Plt. Sesjen Badri menyampaikan bahwa pencapaian akreditasi unggul memerlukan komitmen seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Selain itu, perguruan tinggi juga perlu memperkuat sistem penjaminan mutu internal, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat nasional maupun internasional.
Dari sisi sumber daya manusia, Universitas Merdeka Malang saat ini memiliki 27 guru besar (6,25 persen) dan persentase dosen berkualifikasi doktor mencapai 40,28 persen pada tahun 2025. Menurut Plt. Sesjen Badri, penguatan kapasitas dosen melalui peningkatan kualifikasi akademik dan percepatan jenjang jabatan akademik merupakan langkah strategis dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul dan berdampak.
Plt. Sesjen Badri berharap Sarasehan ini dapat menghasilkan komitmen yang diwujudkan melalui langkah-langkah konkret di setiap fakultas, program studi, dan unit kerja dalam rangka memperkuat kinerja, meningkatkan mutu akademik, memperluas kolaborasi, serta mempercepat pencapaian indikator pendukung Akreditasi Unggul.
Rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-62 Universitas Merdeka Malang dilanjutkan dengan penyelenggaraan Unmer Run 2026 pada Minggu (5/7), yang mengusung tema “Unmer Exceed: Kampus Berdampak”. Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen Universitas Merdeka Malang dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, kolaboratif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Semangat “Unmer Exceed: Kampus Berdampak” sejalan dengan arah kebijakan Diktisaintek Berdampak, yang menekankan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak inovasi, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan daerah dan nasional secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Kemdiktisaintek berharap perguruan tinggi di Indonesia dapat terus memperkuat kapasitas kelembagaan, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan berdampak.
Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif







