Denpasar–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat komitmennya dalam menyetarakan kualitas pendidikan nasional melalui gelaran Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII Tahun 2026 bertajuk “Akselerasi Mutu dan Aksesibilitas: Harmonisasi IKU PT dan LLDikti, Menuju Pendidikan Unggul Berdampak serta Berintegritas”. Forum strategis ini digelar di Universitas Warmadewa, Kamis (21/5).
Rakerwil ini menjadi ruang koordinasi antara Kemdiktisaintek, LLDikti Wilayah VIII, perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat transformasi pendidikan tinggi di Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) menuju Indonesia Emas 2045.
Indonesia saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan di bidang pendidikan tinggi, mulai dari akses pendidikan yang belum merata, ketimpangan kualitas perguruan tinggi, hingga relevansi lulusan terhadap kebutuhan dunia kerja dan pembangunan nasional. Karena itu, transformasi pendidikan tinggi dinilai menjadi langkah penting agar perguruan tinggi mampu menghasilkan talenta yang adaptif, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco dalam paparannya menegaskan bahwa penguatan mutu, tata kelola, dan transformasi pendidikan tinggi di Bali dan NTB merupakan bagian penting dari prioritas pembangunan pendidikan tinggi nasional.
“Perguruan tinggi tidak lagi hanya menjadi pusat keilmuan, tetapi harus menjadi institusi yang berdampak nyata bagi masyarakat, industri, dan pembangunan daerah. Setiap capaian IKU harus diterjemahkan ke dalam hasil yang dirasakan langsung manfaatnya sehingga perguruan tinggi benar-benar hadir sebagai kekuatan transformasi yang berdampak” tegas Plt. Sesjen Badri.
Plt. Sesjen Kemdiktisaintek juga menekankan bahwa Indikator Kinerja Utama (IKU) tidak boleh dipandang sebagai beban administratif, melainkan sebagai arah bersama untuk mendorong transformasi pendidikan tinggi yang terintegrasi dan berdampak. Menurutnya, penguatan talenta, inovasi, kontribusi kepada masyarakat, dan tata kelola berintegritas membutuhkan kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi, LLDikti, pemerintah daerah, dan seluruh ekosistem pendidikan tinggi.
Dalam forum tersebut, turut disorot pentingnya relevansi pendidikan tinggi terhadap tantangan masa depan. Perguruan tinggi didorong untuk menghasilkan lulusan future ready talents serta mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional, khususnya pada sektor-sektor strategis berbasis sains, teknologi, dan inovasi.
Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah VIII, I Gusti Lanang Bagus Eratodi menjelaskan bahwa transformasi pendidikan tinggi di Bali dan NTB terus menunjukkan perkembangan positif. Saat ini terdapat lima Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 105 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di bawah koordinasi LLDikti Wilayah VIII. Dari sisi mutu, terdapat 5 perguruan tinggi berstatus Unggul, 30 perguruan tinggi berstatus Baik Sekali, dan 64 perguruan tinggi berstatus Baik.
“Saya melaporkan bahwa perkembangan pendidikan tinggi di LLDIKTI Wilayah VIII satu tahun terakhir ini telah menghasilkan progres yang luar biasa. Dalam transformasi pendidikan tinggi, kami memastikan ada empat hal yang terus ditingkatkan, yakni tata kelola pendidikan tinggi, fasilitasi mutu, akselerasi sumber daya manusia, dan sinergi ekosistem,” ujar Kepala LLDikti Wilayah VIII.
Ia juga menyampaikan bahwa jumlah guru besar pada perguruan tinggi swasta di wilayah Bali dan NTB meningkat signifikan, dari 28 guru besar pada 2022 menjadi 116 guru besar pada 2026. Selain itu, jumlah mahasiswa di Bali tercatat mencapai 78.188 mahasiswa dan di NTB mencapai 99.198 mahasiswa, dan total penerima KIP Kuliah tahun 2026 sebanyak 17.196 mahasiswa.
Pertemuan yang dihadiri pimpinan perguruan tinggi dari Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) ini menunjukkan semangat kolaborasi yang kuat untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Kegiatan ini juga menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta mitra industri dalam mendorong pembangunan daerah berbasis riset dan teknologi, khususnya dalam mendukung program prioritas nasional.
Melalui momentum Rakerwil LLDikti VIII 2026, Kemdiktisaintek kembali menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tinggi di daerah merupakan pondasi penting dalam agenda transformasi bangsa. Kemdiktisaintek berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi, pendampingan, dan kolaborasi dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia guna menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, unggul, dan berdampak nyata bagi masyarakat serta pembangunan nasional.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak





