Jakarta - Penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi bagian penting dalam membagun organisasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Kualitas organisasi tidak hanya tercermin melalui program dan kebijakan, tetapi juga melalui cara pegawai bekerja, melayani, mengambil keputusan, dan membangun relasi dengan sesama.
Kemdiktisaintek menekankan pentingnya implementasi nilai dasar ASN BerAKHLAK yang berorientasi pada pelayanan yang Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif dalam keseharian pegawai.
Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco menegaskan bahwa implementasi BerAKHLAK mesti ditunjukkan mulai dari perilaku sehari-hari menjadi budaya kerja. Upaya tersebut perlu didukung lingkungan kerja yang aman, sehat, dan saling menghormati.
“Setiap pegawai harus dapat bekerja secara profesional tanpa intimidasi, perundungan, kekerasan, pelecehan, maupun kelakuan yang merendahkan martabat Kita boleh berbeda pendapat dan bekerja dengan target yang tinggi, namun etika dan penghormatan terhadap sesama tidak boleh dikorbankan,” tegas Sesjen Kemdiktisaintek pada pembukaan Seminar Penguatan Kinerja Beretika & Pencanangan Komitmen Penguatan Nilai-Nilai ASN BerAKHLAK, Selasa (15/9).
Dalam sambutannya, Sesjen Badri juga menyampaikan pesan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto kepada seluruh pegawai.
“Pada kesempatan ini, atas nama Bapak Menteri, saya menitipkan tiga pesan pada seluruh pegawai. Pertama, jadikan integritas sebagai kebiasaan. Lakukan hal yang benar, tidak hanya ketika diawasi, namun juga kita memahami bahwa setiap amanah harus dipertanggungjawabkan,” tutur Sesjen Kemdiktisaintek.
Pesan kedua adalah menjadikan penghormatan sebagai budaya kerja. Perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan hal yang dapat terjadi, tetapi tidak boleh menghilangkan penghormatan terhadap martabat setiap individu.
Pesan ketiga menekankan peningkatan kompetensi sebagai tanggung jawab profesional. Dinamika pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang bergerak cepat menuntut pegawai untuk terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kualitas diri.
Seminar tersebut sekaligus pencanangan komitmen penguatan nilai-nilai ASN BerAKHLAK bagi seluruh pegawai Kemdiktisaintek. Sesjen Badri menjelaskan mewakili Mendiktisaintek, pencanangan ini merupakan komitmen bersama.
“Untuk yang pertama, mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN yang berakhlak dalam setiap pasangan tugas dan pelayanan. Yang kedua, membangun budaya kerja yang profesional, berintegritas, aman, inklusif, dan saling menghormati . Yang ketiga, memperkuat kompetensi pegawai secara berkelanjutan, serta menjaga dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap Kemdiktisaintek,” jelas Sesjen Badri.
Menutup sambutannya, Sesjen Kemdiktisaintek menegaskan bahwa pencanangan ini bukanlah sebuah akhir, tetapi titik awal keberhasilan dari perubahan nyata pada cara kerja, melayani, dan membangun organisasi.
“Mari kita jadikan BerAKHLAK bukan hanya sebagai nilai yang kita pahami, namun juga sebagai cara kita bekerja dan menjadi budaya dari Kemdiktisaintek,” tutup Sesjen Kemdiktisaintek.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak





