Jakarta-Komitmen memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul kembali ditegaskan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), melalui perluasan kolaborasi global bersama King’s College London. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar dalam mendorong daya saing pendidikan tinggi Indonesia di tingkat internasional. Hal ini diungkap dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto saat menerima delegasi King’s College di Kantor Kemdiktisaintek, Senin (20/4)
Menteri Brian juga menegaskan bahwa kementerian membuka berbagai peluang kerja sama lain di luar kawasan Singosari, Jawa Timur, yang menjadi pusat utama (hub) pendidikan tinggi internasional King’s College di kawasan ASEAN dalam menunjang program prioritas presiden untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
“Banyak program baru dari bapak presiden membutuhkan peningkatan kapasitas bagi para profesional, terutama pada kepemimpinan level mid manager hingga top level. Saya yakin ini akan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan di Asia. Kami berharap ada lebih banyak kolaborasi dan peningkatan program,” tegas Mendiktisaintek.
Lebih lanjut Menteri Brian juga menyoroti peningkatan berbagai program, seperti pendidikan profesional atau riset dan pengembangan serta menciptakan lingkungan internasional, termasuk joint degree serta mendorong perluasan program dengan menjalin kolaborasi bersama perguruan tinggi negeri yang sudah ada di Indonesia melalui joint program yang dapat meningkatkan riset Indonesia di kanca global yang tercermin dalam kolaborasi bersama King’s College.
Sejalan dengan hal tersebut, delegasi King’s College yang diwakili oleh Rektor King’s College London, Simon Tanner menegaskan pentingnya kolaborasi dan pengembangan kapasitas SDM Indonesia termasuk dalam bidang STEM dan digital teknologi. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo dan King’s College London.
“Hal ini menjadi inti strategi kami di Indonesia dan kawasan ASEAN, dengan Indonesia sebagai pusat utama. Kami berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki pengaruh di pendidikan. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk membawa mahasiswa asing untuk berkuliah dan riset di Indonesia,” jelas Rektor Simon.
Rektor Simon juga menambahkan bahwa proses pembelajaran utama dilakukan oleh akademi yang berasal dari London tanpa skema franchise, sehingga mahasiswa benar-benar mendapatkan kualitas pendidikan yang sama seperti di London.
“Hal ini penting agar lulusan tetap mendapatkan pendidikan langsung dari King’s College London dengan standar global,” jelas Rektor Simon.
Selain itu terdapat layanan tambahan bagi mahasiswa bernama “King’s Edge” meliputi dukungan layanan mahasiswa, organisasi mahasiswa, serta pengembangan karir pasca studi. Saat ini juga pihak King’s College sedang membangun jaringan alumni di Indonesia yang dapat berperan sebagai mentor, membuka peluang magang, serta kesempatan kerja bagi mahasiswa.
Tetapi saat ini program masih menghadapi tantangan dalam hal jumlah mahasiswa, kemampuan bahasa, dan akses beasiswa serta diperlukan dukungan kebijakan dan pendanaan untuk memastikan keberlanjutan dan skalabilitas program.
Melalui kolaborasi strategis ini, Kemdiktisaintek berharap dapat terus memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing global. Sinergi antara perguruan tinggi dalam negeri dan mitra internasional diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, memperluas akses pendidikan bertaraf global, serta menghasilkan inovasi dan riset yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional dan masyarakat luas.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif





