Kepulauan Karimun–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melaksanakan kunjungan kerja reses ke Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (22/4).
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan fungsi pengawasan DPR RI sekaligus upaya mendorong pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) serta wilayah kepulauan.
Kunjungan kerja ini difokuskan pada dialog dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan guna memperoleh gambaran langsung terkait implementasi kebijakan pendidikan, khususnya dalam menjawab tantangan pemerataan akses dan kualitas pendidikan di wilayah kepulauan.
Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Sesditjen Saintek) Kemdiktisaintek, M. Samsuri menjelaskan bahwa pemerintah terus melakukan pembenahan tata kelola pendidikan tinggi, mulai dari percepatan proses perizinan dan penataan program studi, penguatan sistem akreditasi, hingga peningkatan akses pendidikan melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan dukungan pembiayaan dosen. Ia juga menyoroti pentingnya mendorong peningkatan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi yang masih relatif rendah, serta perlunya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan kebijakan yang lebih adaptif, termasuk dalam pengakuan akreditasi untuk kebutuhan administrasi kepegawaian.
“Kita terus melakukan pembenahan mulai dari perizinan, akreditasi, hingga peningkatan akses melalui berbagai program pemerintah, namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita bersama-sama mendorong masyarakat untuk menjadikan pendidikan tinggi sebagai pilihan utama, sekaligus memastikan kebijakan yang ada lebih adaptif dan tidak menghambat pengembangan perguruan tinggi di daerah,” ujar Sesditjen Samsuri.
Sesdirjen menambahkanKemdiktisaintek akan terus mengawal berbagai kendala administratif di lapangan agar dapat segera ditindaklanjuti dan tidak menghambat pengembangan perguruan tinggi di daerah.
Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI, yang juga Wakil Ketua Komisi X, MY Esti Wijayanti menegaskan bahwa hasil kunjungan kerja akan menjadi bagian penting dalam proses pengawasan, penganggaran, dan legislasi, termasuk dalam penyusunan revisi kebijakan pendidikan dan penguatan peran data dalam pengambilan keputusan.
“Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting bagi kami untuk mendengar langsung berbagai tantangan di daerah, khususnya terkait pemerataan pendidikan di wilayah kepulauan. Masukan dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan akan menjadi bahan penting dalam pembahasan kebijakan, termasuk dalam penyusunan RUU Sisdiknas,” ujar MY Esti.
Bupati Kepulauan Karimun, Iskandarsyah, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Komisi X DPR RI bersama Kemdiktisaintek. Dituturkan bahwa wilayah Kepulauan Karimun masih menghadapi berbagai tantangan dalam penyediaan layanan pendidikan, mulai dari keterbatasan akses antar pulau hingga kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai isu strategis, antara lain implementasi kebijakan pendidikan di daerah 3T, pemerataan akses pendidikan tinggi, penguatan riset dan inovasi daerah, serta tantangan terkait sarana prasarana dan distribusi sumber daya pendidikan.
Kunjungan ini, diharapkan diperoleh gambaran komprehensif sebagai dasar evaluasi dan perumusan kebijakan guna memperkuat sistem pendidikan yang inklusif, merata, dan berkeadilan, sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif






