Mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Pangan (TRP) Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Negeri Jember (Polije) membuat inovasi pangan lokal baru. Mereka membuat produk kreatif bernama OkaRise. Camilan sehat ini memanfaatkan formulasi khusus dari tepung beras merah dan tepung okara atau limbah ampas tahu.
Pada awalnya, Fariha Imelda Meiliya bersama lima rekannya merancang inovasi ini secara mandiri. Mereka ingin melengkapi kebutuhan gizi masyarakat secara alami melalui produk makanan. Langkah taktis tersebut sekaligus menjadi solusi konkret dalam mendukung program lingkungan berupa konsep zero waste di Indonesia.
“Ide ini berawal dari keprihatinan kami terhadap menumpuknya limbah industri tahu yang kurang termanfaatkan,” ujar perwakilan kelompok mahasiswa, Fariha Imelda Meiliya.
Oleh karena itu, para mahasiswa memadukan ampas tahu yang tinggi protein dengan beras merah kaya serat. Mereka mencampur kedua bahan baku lokal tersebut dengan takaran formula yang presisi. Melalui kombinasi formula tersebut, tim peneliti akhirnya mampu menghasilkan camilan sehat yang bebas gluten.
“Kami ingin membuktikan bahwa limbah pangan lokal bisa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi,” lanjut Fariha Imelda Meiliya mengenai misi sosial kelompoknya.
Di samping itu, OkaRise menawarkan keunggulan fungsional yang sangat ramah bagi konsumen pencinta pola makan bergizi. Produk ini memiliki cita rasa gurih dan tekstur renyah yang memikat lidah pembeli. Alhasil, karakteristik produk yang unik ini potensial untuk meningkatkan nilai jual sisa produksi industri kedelai.
Sejalan dengan hal tersebut, pihak Jurusan Teknologi Pertanian menyambut positif hasil riset aplikatif mahasiswa. Karya nyata ini lahir dari ruang pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) di lingkungan kampus. Manajemen kampus pun berharap formulasi produk berkelanjutan ini dapat terus berkembang menuju skala industri komersial.
“Semoga inovasi pangan fungsional ini mampu menginspirasi generasi muda untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan,” pungkas Fariha Imelda Meiliya mengakhiri penjelasan produknya.







