Mahasiswa Polije Dorong Hilirisasi Rumput Laut Lewat Nutrisea Cookies

Kampus Kita

16 Juni 2026 | 15.45 WIB

Mahasiswa Polije Dorong Hilirisasi Rumput Laut Lewat Nutrisea Cookies

Mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Pangan (TRP) Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Negeri Jember (Polije) membuat inovasi pangan lokal baru. Mereka membuat produk kreatif bernama Nutrisea Cookies. Camilan sehat ini memanfaatkan formulasi khusus dari tepung rumput laut jenis Eucheuma spinosum.

Pada awalnya, Ivan Andrean Alfariji bersama lima rekannya merancang produk ini secara mandiri. Mereka ingin mendorong hilirisasi komoditas laut Indonesia agar memiliki nilai jual tinggi. Langkah taktis tersebut sekaligus menjadi solusi konkret dalam mengurangi ketergantungan industri camilan terhadap bahan impor.

“Ide ini berawal dari keprihatinan kami terhadap besarnya angka ekspor mentah rumput laut Indonesia,” ujar perwakilan kelompok mahasiswa, Ivan Andrean Alfariji.

Oleh karena itu, para mahasiswa memadukan metode Quality Function Deployment (QFD) dan House of Quality (HOQ). Mereka menggunakan instrumen analisis tersebut secara cermat dalam proses pembuatan kue kering. Melalui langkah ini, tim peneliti mampu menghubungkan preferensi kebutuhan konsumen dengan langkah teknis produksi.

“Kami ingin membuktikan bahwa komoditas lokal melimpah ini bisa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi,” lanjut Ivan Andrean Alfariji mengenai target pasarnya.

Di samping itu, Nutrisea Cookies menawarkan keunggulan fungsional yang sangat baik bagi kesehatan tubuh. Produk kue kering inovatif ini mengandung formula yang kaya akan serat alami serta antioksidan tinggi. Alhasil, karakteristik produk yang unik ini sangat potensial untuk menyasar segmen pasar pencinta makanan sehat.

Sejalan dengan hal itu, pihak Jurusan Teknologi Pertanian menyambut positif hasil riset aplikatif mahasiswa tersebut. Karya nyata ini lahir dari ruang pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) di dalam lingkungan kampus. Manajemen kampus berharap formulasi kue kering herba ini dapat terus berkembang menuju skala industri komersial.

“Semoga inovasi pangan fungsional ini mampu menginspirasi generasi muda untuk mengoptimalkan potensi bahan baku lokal,” pungkas Ivan Andrean Alfariji mengakhiri penjelasan produknya.

Polije

Pangan

Inovasi

TRP

/

5

Ulas Sekarang