MEDAN – Mahasiswa Universitas Deli Sumatera (UNDS) menorehkan prestasi nasional dengan meraih Medali Silver sebagai Program Mahasiswa Berdampak Terbaik pada Seminar Dampak Pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026 yang berlangsung di Universitas Prima Indonesia, 1–3 Juli 2026. Penghargaan tersebut diraih setelah melalui seleksi ketat di antara 203 proposal perguruan tinggi dari seluruh Indonesia yang memperoleh pendanaan Program Mahasiswa Berdampak Tahun 2026.
Prestasi ini menjadi bukti keberhasilan kolaborasi antara dosen, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi nyata bagi pemulihan wilayah terdampak bencana melalui inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat.
Tim dipimpin oleh Hamela Sari Sitompul, M.Pd. selaku ketua dosen pendamping sekaligus inovator program, didampingi Nurhadida Nasution, S.P., M.P. dan Intan Maulina, S.Pd., M.S. sebagai anggota dosen pendamping.
Program yang diusung berjudul "Rehabilitasi Lahan Pascabencana melalui Inovasi Biochar dengan Katalis Eco Enzyme terhadap Pertanian Berkelanjutan di Aceh Tamiang". Kegiatan dilaksanakan selama 18 hari, pada 1–18 Februari 2026, di Desa Tupah, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, salah satu wilayah yang terdampak banjir sehingga lahan pertaniannya tertutup endapan lumpur dan mengalami penurunan produktivitas.
Berdasarkan hasil identifikasi lapangan, sebagian besar lahan pertanian masyarakat tidak lagi dapat dimanfaatkan secara optimal akibat sedimentasi lumpur pascabanjir. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya hasil panen dan pendapatan petani.
Menjawab tantangan tersebut, tim menghadirkan inovasi berupa pemanfaatan biochar yang dipadukan dengan eco enzyme sebagai teknologi rehabilitasi lahan yang ramah lingkungan, murah, dan berkelanjutan.
Dalam implementasinya, mahasiswa bersama dosen pendamping tidak hanya memberikan penyuluhan, tetapi juga mendampingi masyarakat secara langsung mulai dari pembuatan alat pirolisis, produksi biochar dari limbah biomassa pertanian, pembuatan eco enzyme berbahan limbah organik rumah tangga, hingga penerapannya pada lahan demonstrasi. Pendekatan tersebut memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada masyarakat agar mampu menerapkan teknologi secara mandiri setelah program berakhir.
Selain berfokus pada pemulihan lahan, program juga mengembangkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok perempuan di Perwiritan Dusun Cempaka. Potensi hasil pertanian lokal diolah menjadi produk minuman herbal Teh Rimpang "Nusa Rasa", yang dikembangkan sebagai produk unggulan desa. Mahasiswa mendampingi masyarakat mulai dari proses produksi hingga strategi pemasaran digital sehingga produk memiliki nilai tambah dan peluang pasar yang lebih luas.
Rektor Universitas Deli Sumatera, Prof. Dr. Ir. Mhd Asaad, M.Si., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan menegaskan komitmen universitas dalam mendorong lahirnya inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Prestasi ini merupakan bukti bahwa mahasiswa Universitas Deli Sumatera mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Kami akan terus mendukung setiap kegiatan yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sehingga inovasi yang dihasilkan tidak hanya berhenti sebagai gagasan, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi pembangunan daerah dan bangsa."
Ia juga menegaskan bahwa Universitas Deli Sumatera akan terus memperkuat budaya inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program yang melibatkan dosen dan mahasiswa guna meningkatkan kontribusi perguruan tinggi bagi pembangunan nasional.
Ketua dosen pendamping, Hamela Sari Sitompul, menjelaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh tim dan masyarakat Desa Tupah.
"Program ini tidak hanya berorientasi pada pemulihan lahan pertanian, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu bangkit secara mandiri setelah bencana. Kami ingin menunjukkan bahwa inovasi sederhana, apabila diterapkan bersama masyarakat, dapat memberikan dampak nyata terhadap ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat."
Senada dengan itu, Nurhadida Nasution menyampaikan bahwa penerapan biochar dengan katalis eco enzyme memiliki prospek besar untuk mendukung pertanian berkelanjutan pada lahan terdampak bencana. Sementara Intan Maulina menilai pengembangan Teh Rimpang "Nusa Rasa" menjadi langkah strategis dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus memperkuat peran perempuan dalam menopang ekonomi keluarga.
Program ini tidak hanya menghasilkan inovasi teknologi, tetapi juga membangun semangat gotong royong, kemandirian masyarakat, dan penguatan ekonomi lokal. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang bekerja bersama petani dan kelompok perempuan dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan pascabencana.
Keberhasilan Universitas Deli Sumatera dalam Program Mahasiswa Berdampak 2026 menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu melahirkan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi pemulihan wilayah terdampak bencana. Model rehabilitasi lahan berbasis biochar dan eco enzyme yang dipadukan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat diharapkan dapat menjadi praktik baik yang direplikasi di berbagai daerah, sekaligus mendukung terwujudnya pertanian yang tangguh, masyarakat yang mandiri, dan pembangunan berkelanjutan.






