Mendiktisaintek dan Dubes India Bahas Pengembangan Center of Excellence Bersama IIT Madras

Kabar

22 Juli 2026 | 13.45 WIB

Mendiktisaintek dan Dubes India Bahas Pengembangan Center of Excellence Bersama IIT Madras

Jakarta—Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menerima kunjungan Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty beserta delegasi dari Indian Institute of Technology (IIT) Madras untuk membahas penguatan kerja sama di bidang pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan ekosistem startup berbasis teknologi. Pertemuan tersebut juga membahas peluang pembentukan Center of Excellence (CoE) antara perguruan tinggi Indonesia dan India, Rabu (22/7).


Menteri Brian menyampaikan bahwa Indonesia dan India memiliki potensi besar untuk membangun kolaborasi strategis, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia unggul dan inovasi teknologi. Kerja sama antara perguruan tinggi kedua negara dipandang perlu diarahkan lebih dari bidang akademik dan penelitian, tetapi juga pada penciptaan startup dan hilirisasi inovasi.


“Kami berharap dapat menciptakan Center of Excellence yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan riset, tetapi juga menghasilkan startup teknologi yang kuat melalui kolaborasi antara Indonesia dan India,” ujar Menteri Brian.


Mendiktisaintek juga menyampaikan rencana pengembangan kerja sama dengan IIT Madras melalui berbagai skema, antara lain program gelar bersama (joint degree), pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan pusat-pusat unggulan di sejumlah perguruan tinggi Indonesia. Model pengembangan inovasi yang diterapkan IIT Madras dinilai dapat menjadi referensi penting dalam memperkuat ekosistem riset dan startup di Indonesia.


Duta Besar India kemudian menyambut baik rencana penguatan kerja sama tersebut. Menurutnya, reputasi global IIT dapat menjadi modal penting untuk memperkuat kolaborasi pendidikan tinggi Indonesia dan India serta menarik lebih banyak talenta dari kawasan. Center of Excellence imbuhnya, dapat menjadi fondasi untuk menciptakan budaya penelitian dan inovasi.


Ia juga mendorong pengembangan program bersama antara perguruan tinggi Indonesia dan IIT, baik pada jenjang sarjana, pascasarjana, maupun doktoral, serta menekankan pentingnya keterlibatan industri dalam mendukung keberhasilan ekosistem inovasi.


Sementara itu, delegasi IIT Madras memaparkan pengalaman India dalam membangun ekosistem penelitian, inovasi, dan startup melalui Center of Excellence yang terintegrasi dengan pendidikan, penelitian, dan kebutuhan industri. Menurutnya, keberhasilan IIT Madras dalam menghasilkan berbagai startup teknologi berskala global tidak terlepas dari kuatnya kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah.


Delegasi IIT Madras juga menyampaikan ketertarikannya untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia melalui pengembangan berbagai bidang strategis, termasuk data science, kecerdasan artifisial (AI), manufaktur cerdas, semikonduktor, serta penguatan kapasitas riset dan inovasi. Selain itu, mereka menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan talenta dan inovasi di kawasan karena didukung oleh bonus demografi dan populasi usia muda yang besar.


Lebih lanjut Menteri Brian juga menyampaikan komitmen Kemdiktisaintek untuk mempermudah mobilitas internasional mahasiswa, peneliti, dan profesor asing melalui pembentukan one-stop service point yang diharapkan dapat mendukung percepatan kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi dan riset.


Melalui semangat Diktisaintek Berdampak, Kemdiktisaintek terus mendorong penguatan kolaborasi internasional guna mempercepat pengembangan talenta unggul, ekosistem riset dan inovasi, serta meningkatkan kontribusi pendidikan tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi dan daya saing Indonesia di tingkat global.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak



/

5

Ulas Sekarang