Surakarta — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mendorong Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta memperkuat peran pendidikan tinggi seni dalam menjaga kekayaan budaya bangsa, dan pengembangan talenta. Arahan tersebut disampaikan saat Mendiktisaintek mengunjungi ISI Surakarta, Jumat (18/9).
Dalam kunjungannya, Menteri Brian menegaskan bahwa seni merupakan bagian dari kekayaan, dan keunikan Indonesia yang perlu dikelola secara serius agar dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.
“Kalau bidang seni, ini kan kekayaan kita, ini keunikan kita. Justru makanya perlu ada pengelolaan yang baik, dan penuh semangat,” ujar Menteri Brian.
Menurut Mendiktisaintek penguatan pendidikan seni perlu dilakukan melalui tata kelola akademik, pengembangan talenta, dan kolaborasi yang memungkinkan kekayaan budaya Indonesia berkembang dalam konteks nasional maupun internasional.
Mendiktisaintek juga mendorong ISI Surakarta mulai melakukan penguatan internasionalisasi. Salah satunya dengan mengembangkan inisiatif, untuk menarik mahasiswa asing. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pengembangan program yang menarik, penjajakan dukungan pembiayaan, serta kerja sama dengan mitra internasional.
“Bisa dimulai inisiasi-inisiasi mendapatkan atau mengundang mahasiswa asing. Kita berharap banyak yang bisa sekolah di sini. Karena ini serius dan potensi besar,” kata Menteri Brian.
Upaya internasionalisasi juga disebutnya, dapat diperluas melalui kolaborasi dengan seniman, akademisi, dan dosen tamu dari luar negeri, termasuk diaspora Indonesia. Langkah ini diharapkan membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengembangan karya, serta pengalaman belajar yang lebih beragam bagi mahasiswa.
Selain itu, Menteri Brian mendorong ISI Surakarta mengembangkan kegiatan seni, termasuk festival dan pertunjukan, agar memiliki jangkauan serta manfaat yang lebih luas. Kegiatan yang telah berjalan dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan mitra industri, komunitas, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Pengembangan agenda seni secara lebih terencana dan berkelanjutan diharapkan dapat menghubungkan proses pendidikan dan penciptaan karya dengan peluang penguatan ekosistem kreatif serta perekonomian masyarakat.
“Dengan begitu kita tidak hanya melatih dari sisi akademi, dari sisi seni, tapi lebih jauh dari itu kita akan memberi dampak ekonomi, dampak industri kepada masyarakat sekitarnya,” kata Menteri Brian.
Dalam dialog tersebut, Menteri Brian juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan studi mahasiswa, terutama mereka yang menghadapi kendala ekonomi. Penguatan dukungan melalui jejaring alumni, penghimpunan dana pendidikan, dan penjajakan skema pendanaan berkelanjutan dapat dikembangkan untuk membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan.
“Mohon tetap bisa dibantu, jangan sampai ada yang terhambat karena ekonomi,” pesan Menteri Brian.
Penguatan peran alumni juga dapat diarahkan untuk membangun dukungan jangka panjang bagi mahasiswa dan institusi. Gagasan tersebut perlu dikembangkan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan serta kapasitas kelembagaan.
Dalam pemaparannya, Rektor ISI Surakarta, Bondet Wrahatnala, menjelaskan komitmen institusi dalam melestarikan seni dan budaya, mencetak lulusan profesional, serta mengembangkan penelitian dan kolaborasi. Pada 2026, ISI Surakarta melaksanakan 123 judul penelitian melalui pendanaan internal. Pendanaan penelitian eksternal juga disebut meningkat dari 15 menjadi 20 judul.
Di sisi kelembagaan, ISI Surakarta memaparkan rencana penguatan fasilitas pembelajaran dan pengembangan institusi, termasuk digitalisasi serta sentralisasi layanan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan akademik dan administrasi.
Kunjungan Mendiktisaintek ke ISI Surakarta menjadi ruang dialog untuk memperkuat pendidikan tinggi seni yang berakar pada kekayaan budaya Indonesia sekaligus terbuka terhadap kolaborasi global. Melalui penguatan riset, internasionalisasi, pengembangan karya, kegiatan seni, fasilitas pembelajaran, dan dukungan bagi mahasiswa, ISI Surakarta didorong untuk memperluas kontribusinya bagi masyarakat melalui semangat Diktisaintek Berdampak.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak





