Mendiktisaintek Dorong UNHI Hadirkan Riset Berdampak, Berbasis Kearifan Lokal

Kabar

03 Oktober 2026 | 12.45 WIB

Mendiktisaintek Dorong UNHI Hadirkan Riset Berdampak, Berbasis Kearifan Lokal

Denpasar—Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mendorong Universitas Hindu Indonesia (UNHI) untuk terus mengembangkan kekuatan akademik dan kearifan lokal menjadi riset serta inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Mendiktisaintek saat menghadiri Dies Natalis ke-63 dan Wisuda UNHI di Bali, Sabtu (3/10).


Mendiktisaintek mengatakan, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat. Kekuatan yang dimiliki UNHI, termasuk pengetahuan tradisional dan bidang keilmuan yang berkembang di kampus, dinilai dapat dikembangkan melalui kolaborasi lintas disiplin sehingga menghasilkan pengetahuan dan inovasi yang relevan.


“Gagasan itu baru menjadi cahaya bagi masyarakat ketika terhubung dengan peneliti lain, dengan pengguna, dengan pembuat kebijakan, dengan industri, dan dengan masyarakat yang akan merasakan manfaatnya,” ujar Menteri Brian.


Mendiktisaintek menilai pengembangan pengetahuan berbasis kearifan lokal, perlu berjalan bersama dengan pendekatan ilmiah. Pengalaman dan pengetahuan yang berkembang di masyarakat dapat menjadi sumber gagasan riset, sementara ilmu pengetahuan dan teknologi dapat membantu mengembangkan dan memperluas pemanfaatannya.


Dalam konteks tersebut, UNHI memiliki potensi untuk mengembangkan kolaborasi antarkeilmuan, termasuk melalui bidang Ayurveda, teknologi informasi, dan bidang lain yang relevan. Penguatan tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi UNHI untuk menghasilkan riset yang tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat dan pembangunan di Bali maupun Indonesia.


Mendiktisaintek juga mendorong UNHI untuk memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi lain, pemerintah daerah, dunia industri, dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan perguruan tinggi yang mampu membawa pengetahuan keluar dari lingkungan kampus dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Rektor UNHI, Cokorda Gde Bayu Putra menyampaikan bahwa perjalanan 63 tahun UNHI menjadi momentum untuk terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Rektor UNHI juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian pemerintah, terhadap pengembangan ekosistem pendidikan tinggi, termasuk di UNHI.


“Bapak Menteri, kehadiran Bapak menegaskan bahwa setiap perguruan tinggi di negeri ini berharga, dan memiliki hak yang sama untuk dunia yang besar,” ujar Cokorda.


Dalam kesempatan tersebut, UNHI juga melaksanakan wisuda terhadap 389 lulusan dari jenjang sarjana, magister, dan doktor. Perjalanan UNHI selama lebih dari enam dekade menjadi bagian dari perkembangan pendidikan tinggi Hindu di Indonesia, sekaligus menempatkan kampus tersebut pada ruang pertemuan antara pendidikan, ilmu pengetahuan, agama, seni, dan kebudayaan.


Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong perguruan tinggi untuk mengembangkan kekuatan dan kekhasan masing-masing daerah melalui pendidikan, riset, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat. Penguatan tersebut diharapkan dapat memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan yang dihadapi masyarakat dan mendukung pembangunan nasional.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak


/

5

Ulas Sekarang