Sumedang - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto melakukan audiensi bersama perwakilan BEM Universitas Padjadjaran (Unpad). Hal ini dilakukan untuk mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi, masukan, dan persoalan yang dihadapi mahasiswa dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, Sabtu (15/8).
Dalam audiensi tersebut, perwakilan mahasiswa menyampaikan pandangan mengenai pentingnya desain pendanaan pendidikan tinggi yang lebih berkeadilan. Mahasiswa mendorong agar berbagai sumber pendapatan perguruan tinggi, termasuk unit usaha, kerja sama industri, pengelolaan aset, serta hasil riset dan inovasi, dapat dioptimalkan untuk mendukung keberlanjutan institusi sekaligus memperkuat akses pendidikan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Menteri Brian menjelaskan bahwa penguatan pendanaan perguruan tinggi perlu dilakukan melalui berbagai sumber, tidak hanya mengandalkan anggaran negara maupun biaya pendidikan mahasiswa. Perguruan tinggi didorong untuk mengoptimalkan aset yang dimiliki serta mengembangkan sumber pendapatan baru berbasis sains, teknologi, riset, dan inovasi.
“Kita juga ingin menstimulasi kampus itu mendapatkan pemasukan dari sains dan teknologi. Riset dan teknologi itu semakin maju kampus, pendapatannya semakin besar,” jelas Mendiktisaintek.
Menteri Brian menambahkan bahwa perguruan tinggi yang semakin maju, perlu memiliki kemampuan untuk mengembangkan hasil riset menjadi sumber pendapatan. Dengan demikian, riset tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi perguruan tinggi.
Mendiktisaintek juga menjelaskan bahwa dukungan pemerintah kepada perguruan tinggi juga diarahkan sebagai stimulus, agar kampus mampu mengembangkan riset yang menghasilkan nilai ekonomi. Menurutnya, model tersebut dapat mendorong perguruan tinggi untuk mengembangkan hasil penelitian menjadi produk, teknologi, maupun usaha yang dapat memberikan pemasukan bagi institusi.
Di tengah dorongan terhadap kemandirian pendanaan perguruan tinggi, Menteri Brian juga menegaskan bahwa pengembangan sumber pendapatan kampus tidak boleh menghilangkan akses mahasiswa terhadap pendidikan.
“Yang tidak boleh terjadi sebenarnya adalah kemudian kampus tidak menerima mahasiswa karena permasalahan ekonomi. Karena saya selalu bilang, semua kampus tidak boleh ada mahasiswa yang berhenti hanya karena permasalahan ekonomi,” tegas Mendiktisaintek.
Dalam audiensi juga dibahas mekanisme perbaikan data sosial ekonomi mahasiswa. Mahasiswa yang mengalami ketidaksesuaian data desil, dapat memanfaatkan kanal pengaduan dan perbaikan data yang tersedia melalui BPS.
Mendiktisaintek menegaskan bahwa penguatan pendanaan perguruan tinggi dan pengembangan sumber pendapatan baru perlu berjalan bersama dengan perlindungan terhadap mahasiswa yang membutuhkan dukungan pembiayaan.
Audiensi bersama BEM Universitas dan Fakultas Unpad menjadi bagian dari upaya Kemdiktisaintek mendengarkan persoalan pendidikan tinggi secara langsung dari mahasiswa. Brian menyampaikan bahwa masukan dari mahasiswa dapat menjadi bagian dari proses evaluasi dan penyempurnaan kebijakan.
Melalui dialog tersebut, Kemdiktisaintek terus mendorong terbangunnya ekosistem pendidikan tinggi yang tidak hanya kuat dari sisi pembelajaran dan riset, tetapi juga memiliki sumber pendanaan yang berkelanjutan, mampu menghasilkan inovasi, serta tetap memastikan seluruh mahasiswa memiliki kesempatan yang setara untuk menyelesaikan pendidikan tinggi.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak





