Mendiktisaintek Tekankan Kolaborasi Alumni ITB untuk Masa Depan Energi Indonesia

Kabar

06 December 2025 | 15.00 WIB

Mendiktisaintek Tekankan Kolaborasi Alumni ITB untuk Masa Depan Energi Indonesia

Jakarta—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan pentingnya kolaborasi dalam bidang riset, inovasi, dan industri untuk mempercepat transisi energi nasional. Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto saat menjadi keynote speaker pada Sarasehan Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan tema “Swasembada Listrik: Merajut Masa Depan Ketenagalistrikan Indonesia dengan Inovasi dan Kolaborasi”, Sabtu (6/12).

Dalam paparannya, Menteri Brian menyoroti kebutuhan Indonesia untuk meningkatkan kapabilitas di bidang ketenagalistrikan sebagai prasyarat membangun industri bernilai tambah tinggi. Ia juga menekankan bahwa peluang kemajuan teknologi energi menciptakan ruang akselerasi bagi Indonesia dibanding negara maju.

Menteri Brian menyampaikan bahwa transformasi energi memerlukan strategi riset yang berorientasi pemecahan masalah, bukan hanya pengembangan teknologi di kampus. 

“Kita ingin riset di perguruan tinggi benar-benar bisa mengajak industri, atau sebaliknya industri memimpin. Kemdiktisaintek mendukung skema pendanaan riset untuk industri, serta melakukan matchmaking antara kebutuhan industri dengan peneliti sesuai bidangnya,” jelas Menteri Brian.

Dari perspektif industri, Chief Technology Officer Danantara, Sigit Puji Santosa menggarisbawahi bahwa swasembada listrik membutuhkan inovasi dan ekosistem kolaboratif. 

“Perlu kolaborasi antara pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), swasta, akademisi, riset, dan global. Ini merupakan sebuah tantangan yang dapat diatasi oleh kita semua, termasuk alumni ITB,” ucap Sigit. 

Mendiktisaintek menyambut baik hal ini karena sejalan dengan visi riset nasional, yang berbasis hilirisasi dan penyelesaian tantangan strategis. Ditekankan bahwa perguruan tinggi Indonesia memiliki kapasitas besar untuk menjadi motor transisi energi. Alumni ITB dipandang sebagai elemen penting dalam pengembangan ekosistem inovasi, terutama untuk energi bersih, teknologi listrik, waste-to-energy, dan model pembangkit cepat bangun. 

“Inovasi adalah jembatan. Kita perlu menjadikannya sebagai pilar untuk menjembatani kesenjangan dan mengakselerasi transisi,” tegas Menteri Brian.

Sarasehan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, antara lain pemerintah, industri, perguruan tinggi, dan komunitas alumni untuk mengarahkan riset energi pada tujuan strategis, yakni pengurangan impor energi primer, peningkatan efisiensi pembangkit, penguatan interkoneksi nasional, serta pencapaian target net-zero emission pada 2060.

Kemdiktisaintek terus berkomitmen untuk memperluas dukungan riset terarah dan memperkuat jejaring teknologi energi nasional.

Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif


/

5

Ulas Sekarang