Pelantikan Pemimpin PTN, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Adaptif dan Berdampak

Kabar

10 March 2026 | 15.15 WIB

Pelantikan Pemimpin PTN, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Adaptif dan Berdampak

Jakarta–Perguruan tinggi dituntut semakin adaptif menghadapi perubahan zaman yang bergerak cepat, mulai dari perkembangan teknologi, dinamika kebutuhan industri, hingga tantangan sosial yang kian kompleks. Dalam konteks tersebut, kepemimpinan perguruan tinggi menjadi faktor kunci dalam memastikan kampus mampu menghadirkan pendidikan, riset, dan inovasi yang relevan serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Mewujudkan komitmen tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto melantik Sukardi sebagai Rektor Universitas Mataram dan Dwi Riyono sebagai Direktur Politeknik Negeri Media Kreatif untuk masa jabatan periode 2026–2030. Pelantikan pemimpin perguruan tinggi negeri di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), mendorong lahirnya kepemimpinan kampus yang visioner, adaptif, serta mampu mengakselerasi transformasi pendidikan tinggi sejalan dengan arah kebijakan Diktisaintek Berdampak.

Dalam sambutannya, Mendiktisaintek menegaskan bahwa pelantikan pemimpin perguruan tinggi bukan sekadar seremonial administratif, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, pimpinan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia unggul sekaligus memastikan kampus mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Menteri Brian juga menyebut pelantikan ini menjadi upaya penguatan tata kelola dan kepemimpinan perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional.

“Pemimpin harus mampu menginspirasi, memberikan arahan yang jelas serta mendukung terciptanya lingkungan akademik yang kondusif bagi para mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Selain itu, pemimpin juga harus mampu merespons tantangan zaman dan menjadikan kampus ini sebagai tempat lahirnya riset dan pengembangan yang berdampak bagi masyarakat,” ujar Menteri Brian.

Lebih lanjut, Mendiktisaintek menegaskan bahwa perguruan tinggi diharapkan terus memperkuat komitmen dan kinerjanya dalam pengembangan sumber daya manusia, sains, dan teknologi. Hal tersebut penting agar perguruan tinggi mampu menghasilkan riset dan inovasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Kami berharap pemimpin perguruan tinggi dapat melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi serta menjalin kolaborasi dengan dunia industri dan elemen masyarakat lainnya dalam rangka memanfaatkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk menghadapi dinamika regional, nasional, dan global,” lanjut Mendiktisaintek.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Brian juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pejabat sebelumnya yang telah melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, yaitu Bambang Hari Kusumo sebagai Rektor Universitas Mataram periode sebelumnya dan Tipri Rose Kartikasebagai Direktur Politeknik Negeri Media Kreatif periode sebelumnya.

Menutup sambutannya Mendiktisaintek mendorong para pemimpin perguruan tinggi untuk menghadirkan kampus sebagai ruang terbuka bagi tumbuhnya gagasan, kolaborasi, serta pembentukan karakter manusia yang unggul.

“Kepemimpinan perguruan tinggi pada dasarnya adalah kepemimpinan yang melayani,” tegas Menteri Brian.

Melalui kepemimpinan baru di perguruan tinggi negeri tersebut, Kemdiktisaintek optimistis transformasi pendidikan tinggi akan terus diperkuat sehingga perguruan tinggi semakin berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sejalan dengan semangat mencerdaskan kehidupan bangsa dan menyongsong kemajuan menuju Indonesia Emas 2045.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak

#Kampustransformatif

/

5

Ulas Sekarang